Pekan Depan Pramono Rapat Khusus Soal JPO Tendean, Perusahaan Bakal Dituntut?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 12:13
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengatakan bakal menggelar rapat khusus pada pekan depan untuk membahas percepatan pembangunan kembali Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Tendean, yang rusak akibat tertabrak truk pengangkut alat berat (crane).

Rapat tersebut akan membahas penentuan skema pembangunan dan sumber pendanaan agar JPO di kawasan Jalan Kapten Tendean, Jakarta Selatan, dapat segera dibangun kembali tanpa harus menunggu proses anggaran yang memakan waktu lama.

"Untuk JPO Tendean, karena peristiwanya kan baru kemarin terjadi. Dan saya sudah minta untuk diagendakan minggu depan ini rapat khusus mengenai JPO Tendean. Bagaimana pembangunannya? Kalau melalui anggaran, butuh waktu lama sekali. Karena untuk APBD, enggak mungkin. Harus di APBD Perubahan. Menurut saya juga akan lama," katanya di Jakarta Timur, Kamis, 16 Juli 2026.

Pemprov DKI Siapkan Berbagai Skema Pendanaan

Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji sejumlah alternatif pembiayaan agar pembangunan JPO bisa segera direalisasikan. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain memanfaatkan dana Corporate Social Responsibility (CSR), menjalin kerja sama dengan strategic partner melalui skema naming rights, hingga menggunakan mekanisme Koefisien Lantai Bangunan (KLB) maupun SP3L.

Pembongkaran JPO Tendean usai ditabrak truk  <b>(NTVNews)</b> Pembongkaran JPO Tendean usai ditabrak truk (NTVNews)

Menurutnya, langkah tersebut diambil karena JPO Tendean berada di salah satu kawasan dengan mobilitas pejalan kaki dan kendaraan yang sangat tinggi.

"Saya akan mencari solusi apakah bisa melalui forum CSR, atau melakukan strategic partner dengan salah satu perusahaan yang kemudian naming right-nya akan mereka gunakan, atau melalui KLB atau SP3L. Jadi pada prinsipnya, enggak boleh terlalu lama untuk tidak dibangun karena tempat itu merupakan tempat yang strategis," ujarnya.

Selain membahas skema pembangunan, Pramono mengungkapkan rapat pekan depan juga akan menentukan langkah terhadap pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Ia menyebut kemungkinan adanya tuntutan kepada perusahaan atau pihak terkait akan diputuskan setelah dilakukan pembahasan secara menyeluruh bersama jajaran Pemprov DKI Jakarta.

"Mengenai apakah kita akan menuntut kepada perusahaan ataupun, dalam rapat nanti akan saya putuskan," tutup Pramono.

Seperti diketahui, truk yang membawa alat berat tersangkut JPO di Jalan Kapten Tendean arah Blok M, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 14 Juli 2026 dini hari sekitar pukul 01.00 WIB.

x|close