TNI AD Ungkap Ledakan Gudang Amunisi Madiun Terjadi Saat Kegiatan Pemeliharaan dan Perawatan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Jul 2026, 18:57
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
Bagikan
Ilustrasi - Sebuah ledakan di pabrik kembang api di China tengah menewaskan 21 orang dan melukai 61 lainnya. ANTARA/Pixabay/pri Ilustrasi - Sebuah ledakan di pabrik kembang api di China tengah menewaskan 21 orang dan melukai 61 lainnya. ANTARA/Pixabay/pri (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Darat (AD) mengungkapkan ledakan yang terjadi di Gudang Pusat Munisi II Pusat Peralatan Angkatan Darat (Puspalad), Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Kamis, 16 Juli 2026, berlangsung ketika personel sedang melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan perawatan.

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, aktivitas tersebut merupakan bagian dari prosedur rutin yang telah dilaksanakan sesuai ketentuan dan standar operasional yang berlaku.

"Tim investigasi profesional sudah dibentuk dari Mabes AD. Kegiatan ini merupakan pemeliharaan dan perawatan, dan memang sudah melalui prosedur yang berlaku serta protap yang telah dijalankan," kata Donny dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat.

Meski demikian, penyebab pasti ledakan masih belum diketahui. Donny menyebutkan TNI AD telah membentuk tim investigasi profesional dari Mabes AD untuk mengusut insiden tersebut secara menyeluruh.

"Investigasi dilakukan secara menyeluruh. Tidak ada batas waktu, tetapi kami akan menyelesaikannya secepat mungkin," tambahnya.

Sebelumnya, ledakan terjadi di Gudang Pusat Munisi II Puspalad di Jalan Raya Madiun–Surabaya, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, pada Kamis, 16 Juli 2026. Dalam peristiwa itu, satu prajurit TNI AD meninggal dunia, sementara empat personel mengalami luka berat dan dua lainnya luka ringan.

x|close