NTVNews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan berbagai agenda seni, budaya, dan kolaborasi lintas agama sebagai bagian dari rangkaian menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-500 Kota Jakarta pada 2027.
Beragam kegiatan tersebut akan melibatkan komunitas, organisasi masyarakat, hingga kelompok lintas agama untuk memperkuat semangat persatuan sekaligus menampilkan wajah Jakarta sebagai kota global yang inklusif.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa seni dan budaya akan menjadi salah satu pilar utama dalam perayaan lima abad Jakarta.
Siapkan Beragam Festival Budaya
Menurut Rano Karno, Pemprov DKI tengah menyusun rangkaian kegiatan budaya yang melibatkan masyarakat dari berbagai latar belakang.
Salah satu kegiatan yang digelar adalah penampilan paduan suara Christmas Carol di Bundaran HI yang melibatkan sekitar 1.000 peserta. Rangkaian kegiatan serupa akan dilanjutkan melalui perayaan Imlek, parade ogoh-ogoh, Ramadhan, Festival Beduk, hingga Waisak.
"Ini sebenarnya merupakan bentuk kolaborasi dan kecintaan masyarakat Jakarta terhadap kotanya," kata Rano di Jakarta Selatan, dikutip Jumat, 17 Juli 2026.
Ia menambahkan, perayaan lintas budaya dan agama bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memperkuat harmoni sosial serta menunjukkan bahwa Jakarta adalah rumah bagi seluruh warganya tanpa memandang latar belakang.
Selain menyiapkan agenda budaya, Rano Karno juga mendorong komunitas Swara Jakarta 80 memperluas jangkauannya ke seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta.
Harapan tersebut disampaikan saat menghadiri latihan komunitas paduan suara tersebut di Pasaraya Blok M, Jakarta Selatan, Kamis, 16 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Rano juga menyerahkan bantuan perangkat pengeras suara untuk mendukung aktivitas latihan para anggota.
Kolam Bundaran HI. (Antara)
Menurutnya, penampilan Swara Jakarta 80 pada kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) mendapat respons positif dari masyarakat. Kehadiran komunitas tersebut dinilai mampu menghidupkan ruang publik melalui musik yang menghibur sekaligus mempererat interaksi antarwarga.
Karena itu, ia berharap komunitas paduan suara tersebut tidak hanya berkembang di Jakarta Selatan, tetapi juga memiliki kelompok di Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara.
Rano bahkan menargetkan sedikitnya 500 anggota Swara Jakarta 80 tampil di kawasan Bundaran HI pada peringatan lima abad Jakarta pada 2027.
Ia optimistis jumlah anggota komunitas tersebut akan terus bertambah, bahkan berharap mampu mencapai seribu penyanyi agar gaung paduan suara semakin terasa dalam perayaan bersejarah tersebut.
"Bila memungkinkan, saya ingin jumlah mencapai 1.000 orang agar gaung paduan suara benar-benar terasa," ungkapnya.
Ia pun menyemangati seluruh anggota agar terus berlatih dan mempersiapkan penampilan terbaik.
"Mudah-mudah itu menyemangati, dan saya yakin suaranya akan jauh lebih bagus. Oke? Semangat semua. Saya minta tahun depan Swara Jakarta 80 tampil di Bundaran HI dengan minimal 500 orang. Terima kasih dan selamat berlatih," katanya.
Dalam kesempatan itu, Rano turut mengapresiasi pengurus dan pelatih Swara Jakarta 80 yang dinilai berhasil membina para anggota hingga berkembang menjadi komunitas paduan suara dengan kualitas yang semakin baik.
Ia berharap proses pembinaan terus berlanjut sehingga semakin banyak warga Jakarta yang dapat menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat hubungan sosial melalui musik.
Swara Jakarta 80 sendiri merupakan komunitas paduan suara yang beranggotakan alumni berbagai SMA di Jabodetabek angkatan 1980–1989. Komunitas binaan Rano Karno tersebut dikenal membawakan lagu-lagu populer era 1980-an serta lagu-lagu tradisional Betawi yang dikemas dengan aransemen modern.
Rano Karno (Pemprov DKI)