A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Anwar Ibrahim Soroti Skandal eFishery Usai Rugikan Dana Pensiun PNS - Ntvnews.id

Anwar Ibrahim Soroti Skandal eFishery Usai Rugikan Dana Pensiun PNS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jul 2026, 21:29
thumbnail-author
Zaki Islami
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Arsip tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu 1 April 2026. (ANTARA/HO-Facebook Anwar Ibrahim) Arsip tangkapan layar - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim memberikan pernyataan melalui video di Malaysia, Rabu 1 April 2026. (ANTARA/HO-Facebook Anwar Ibrahim) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyoroti skandal penipuan yang melibatkan startup akuakultur asal Indonesia, eFishery. Kasus tersebut disebut telah menyebabkan kerugian bagi Kumpulan Wang Persaraan (KWAP), lembaga pengelola dana pensiun pegawai negeri sipil (PNS) Malaysia.

Dikutip dari The Straits Times, Sabtu 18 Juli 2026, Anwar menjelaskan bahwa investasi KWAP di eFishery terjadi berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang diduga telah dimanipulasi oleh manajemen untuk menarik pendanaan dari investor.

"Investasi di eFishery merupakan hasil dari penipuan yang direncanakan dengan matang, di mana manajemen perusahaan memanipulasi laporan keuangan untuk menipu KWAP," ujar Anwar dalam jawaban tertulis kepada anggota parlemen Malaysia, Wong Chen.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat berbicara di hadapan Dewan Rakyat, Parlimen Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 14 Oktober 2025. /ANTARA/HO-YouTube Parlimen Malaysia. <b>(Antara)</b> Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim saat berbicara di hadapan Dewan Rakyat, Parlimen Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa 14 Oktober 2025. /ANTARA/HO-YouTube Parlimen Malaysia. (Antara)

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas pertanyaan Wong Chen yang meminta penjelasan mengenai tanggung jawab dewan direksi, panel investasi, dan manajemen senior KWAP dalam proses persetujuan serta pengawasan investasi yang berujung pada kerugian dana pensiun PNS Malaysia.

KWAP diketahui menanamkan investasi sebesar RM200 juta atau sekitar USD47,7 juta ke eFishery pada Juli 2023. Nilai tersebut setara sekitar Rp717,4 miliar berdasarkan kurs saat itu. Pada masa tersebut, eFishery dikenal sebagai salah satu startup teknologi terkemuka di Asia Tenggara yang menawarkan inovasi untuk memodernisasi industri budidaya ikan dan udang.

Baca Juga: Demi Perdamaian, Rusia Ajak China Latihan Militer Bareng

Anwar menegaskan, setelah dugaan manipulasi laporan keuangan terungkap, konsorsium investor yang terdiri dari sejumlah pihak, termasuk KWAP, langsung mengambil berbagai langkah untuk meminimalkan kerugian.

"Setelah penemuan tersebut, konsorsium investor, termasuk KWAP, telah mengambil langkah-langkah tegas, termasuk tindakan hukum, upaya pemulihan dana, peninjauan tata kelola internal, dan penguatan kontrol," tulis Anwar dalam pernyataan yang dipublikasikan melalui situs resmi Parlemen Malaysia.

Kasus eFishery sendiri sebelumnya menyeret pendiri sekaligus mantan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan, Gibran Huzaifah. Pada April 2026, Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan vonis sembilan tahun penjara kepada Gibran disertai denda sebesar Rp1 miliar atas perkara dugaan penggelapan dalam jabatan dan tindak pidana pencucian uang yang berlangsung pada periode 2020 hingga 2024.

Skandal tersebut menjadi salah satu kasus terbesar yang menimpa ekosistem startup di kawasan Asia Tenggara karena melibatkan dugaan manipulasi laporan keuangan, kerugian investor lintas negara, serta berdampak pada kepercayaan terhadap tata kelola perusahaan rintisan di sektor teknologi.

x|close