Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan, Kepala otoritas Israel Benjamin Netanyahu tidak akan menghadapi penangkapan apabila berkunjung ke Amerika Serikat.
Pernyataan itu disampaikan Trump sebagai respons terhadap komentar Wali Kota New York Zohran Mamdani dalam wawancara dengan The New York Times pada Sabtu, 18 Juli 2026. Dalam wawancara tersebut, Mamdani menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang yang "seharusnya berada di Den Haag."
Mamdani juga mengatakan dirinya akan mematuhi aturan hukum yang berlaku di Kota New York. Menurutnya, saat ini tengah dikaji kewenangan pemerintah kota berdasarkan peraturan setempat terkait komitmennya untuk menahan Netanyahu apabila pemimpin Israel tersebut datang ke New York.
Menanggapi hal itu, Trump memastikan Netanyahu tidak akan menghadapi penangkapan selama berada di wilayah Amerika Serikat.
Baca juga: Netanyahu Minta Perlindungan Keamanan Seumur Hidup bagi Diri dan Keluarganya
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Antara)
"Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dalam bentuk atau cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump menambahkan bahwa Netanyahu saat ini sedang berjuang menghadapi Republik Islam Iran.
Selain itu, Presiden AS tersebut menilai pihak yang semestinya dipenjara adalah para pemimpin Iran yang, menurutnya, telah membawa negaranya ke dalam "pusaran kematian dan kehancuran yang belum pernah terjadi sebelumnya."
"Itu seharusnya sudah ditangani sejak bertahun-tahun lalu oleh presiden-presiden sebelumnya," lanjut Trump.
Baca Juga: Spanyol Hapus Foto Donald Trump di Perayaan Juara Piala Dunia 2026
Sebelumnya, pada September 2025, menjelang Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-80, Mamdani yang saat itu masih berstatus calon wali kota New York menyatakan akan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu apabila dirinya terpilih sebagai wali kota dan pemimpin Israel tersebut datang ke New York.
(Sumber: Antara)
Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu (kiri) berbincang dengan Presiden AS Donald Trump. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)