Kepala BGN Sudaryono: Saya Batasi Mitra MBG untuk Tidak Diterima di Ruangan Saya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 16:58
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono (tengah) bersama kedua wakilnya dalam konferensi pers peresmian media center di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juli 2026. Kepala BGN Sudaryono (tengah) bersama kedua wakilnya dalam konferensi pers peresmian media center di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengungkapkan, ia membatasi pertemuan langsung dengan pihak-pihak yang memiliki kepentingan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka di antaranya mitra dapur, pemasok atau supplier, hingga pihak lain yang berkaitan dengan pelaksanaan program.

Ia mengatakan pembatasan tersebut dilakukan bukan karena dirinya menilai setiap pertemuan berpotensi menghasilkan tindakan tidak etis. Namun, ia ingin menghindari munculnya dugaan atau persepsi negatif dari masyarakat.

"Termasuk saya membatasi, saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier lah, dia entah apa lah begitu, saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya," katanya di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 29 Juli 2026.

Sudaryono menuturkan, pertemuan dengan pihak yang memiliki kepentingan terhadap program BGN belum tentu berarti ada pembicaraan yang melanggar etika.

Namun, menurutnya, pertemuan semacam itu tetap dapat menimbulkan persepsi dan dugaan dari publik. Karena itu, ia memilih menghindari situasi yang berpotensi menimbulkan fitnah.

"Belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis, tapi kalau saya terima, itu membuat orang menduga-duga. Jadilah yang namanya fitnah, gitu," terangnya.

Ia menegaskan bahwa prinsip tersebut juga akan diterapkan bersama dua wakil kepala BGN hingga ke jajaran internal lainnya.

Sudaryono mengatakan pihak-pihak yang berkepentingan tidak boleh menerima akses secara diam-diam atau melalui jalur informal. Seluruh komunikasi dan penyampaian kepentingan harus dilakukan melalui mekanisme yang resmi dan transparan.

"Saya larang dengan keras menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara gelap-gelap, diam-diam. Semuanya harus direspon dengan cara yang proper, yang baik, ya," ungkapnya.

Selain membatasi pertemuan informal, Sudaryono mengatakan BGN tengah membenahi sistem pelayanan dan pengaduan masyarakat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan standar pelayanan yang jelas.

Ia ingin pusat pelayanan terpadu BGN menjadi saluran resmi bagi masyarakat, termasuk mitra program MBG yang ingin menyampaikan keluhan, pertanyaan, maupun persoalan dalam pelaksanaan program.

Pusat layanan tersebut nantinya dilengkapi berbagai kanal komunikasi, mulai dari WhatsApp, situs web, hingga call center. Setiap laporan yang masuk juga akan diberikan nomor pengaduan sehingga proses tindak lanjut dapat dipantau.

"InsyaAllah semua aduan ada nomor aduannya, aduannya itu di-follow up sampai di mana, sudah ditanggapi gimana, dan lain-lain, InsyaAllah kita harus, kita siapkan itu semua, sehingga betul-betul orang itu tidak ada yang tidak merasa puas," jelas Sudaryono.

x|close