Ntvnews.id, Moskow - Ukraina melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah wilayah Rusia pada Minggu, 2 Agustus 2026. Sedikitnya delapan orang dilaporkan meninggal dunia dalam serangan tersebut, berdasarkan keterangan pejabat Rusia yang dikutip AFP, Senin, 3 Agustsu 2026. Sejumlah lokasi yang menjadi sasaran bahkan berada ratusan kilometer dari garis depan pertempuran.
Dalam beberapa bulan terakhir, Rusia dan Ukraina diketahui semakin meningkatkan intensitas serangan satu sama lain. Di sisi lain, upaya diplomasi yang dimediasi Amerika Serikat untuk mengakhiri perang masih belum menghasilkan kemajuan berarti.
Pemerintah Ukraina membantah menjadikan warga sipil sebagai target serangan. Kyiv menyatakan serangan tersebut merupakan bentuk pembalasan atas serangan Rusia yang menewaskan banyak korban di wilayah Ukraina. Selain itu, operasi tersebut ditujukan untuk memberikan tekanan kepada Moskow agar kembali membuka jalan menuju perundingan.
Di wilayah Belgorod, Rusia, yang berbatasan langsung dengan Ukraina, serangan Ukraina dilaporkan menyebabkan tiga orang tewas. Sementara itu, dua orang lainnya meninggal akibat serangan drone di wilayah Saratov, yang terletak di dekat perbatasan Kazakhstan, menurut otoritas setempat.
Baca Juga: Rusia Keluarkan Surat Perintah Penangkapan Bos Telegram
Serangan drone lainnya terjadi di wilayah Udmurtia, yang berjarak lebih dari 1.000 kilometer atau sekitar 600 mil dari garis depan. Penjabat Gubernur Udmurtia Olga Abramova mengatakan tiga orang tewas setelah sebuah kendaraan menjadi sasaran serangan drone.
"Tindakan ini mengerikan karena tidak masuk akal. Orang-orang ini jelas bukan target militer," katanya.
Sementara itu, Kementerian Pertahanan Rusia menyampaikan bahwa sistem pertahanan udara negaranya berhasil mencegat sebanyak 635 drone Ukraina dalam satu malam.
Serangkaian serangan tersebut menunjukkan bahwa konflik Rusia-Ukraina masih berlangsung dengan intensitas tinggi, meskipun berbagai upaya diplomatik untuk menghentikan peperangan terus dilakukan.
Operasi pencarian dan penyelamatan sedang berlangsung di lokasi-lokasi yang rusak akibat serangan Rusia—termasuk sebuah gedung apartemen bertingkat dan beberapa rumah pribadi di distrik Darnytskyi, Kyiv, Ukraina—pada 2 Juli 2026. Serangan tersebut me (Antara)