Kata Menkes Soal Pasien BPJS Meninggal yang Dihina Nakes

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Agu 2026, 05:00
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam konferensi pers terkait rancangan Perpres Tata Kelola Penyelenggaraan KDKMP yang digelar di Jakarta, Selasa (28/7/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin, memberikan respons emosional terkait kasus meninggalnya seorang pasien yang diduga mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dan penelantaran oleh tenaga kesehatan (nakes). Budi mengaku sangat terpukul dan merasa gagal menjalankan tugasnya setiap kali mendengar ada warga yang meninggal dunia secara mendadak.

“Setiap ada yang meninggal, itu hari saya sedih. Apalagi kalau meninggalnya mendadak, merasa saya sebagai Menkes itu gagal,” ujar Budi Gunadi Sadikin, Rabu, 5 Agustus 2026.

Dimana sebelumnya viral cuitan Pasien BPJS bernama Yurizal, yang mengeluhkan belum mendapatkan kamar dan penanganan selama antre 8 jam di rumah sakit. Pasien tersebut dikabarkan sempat mendapatkan hinaan dari oknum nakes sebelum menghembuskan napas terakhir.

Budi menjelaskan bahwa fokus utamanya sebagai Menteri Kesehatan adalah menjalankan mandat Presiden untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu indikator keberhasilan yang ia kejar adalah menaikkan angka harapan hidup rakyat Indonesia.

"Tugas saya adalah dari Pak Presiden menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 ke 78 tahun. Jadi kalau ada teman-teman kita yang meninggal konyol begini, saya merasa gagal," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa insiden seperti ini seharusnya tidak terjadi jika pelayanan kesehatan diberikan secara maksimal. Menkes menegaskan komitmennya untuk memberikan layanan terbaik agar setiap warga negara dapat mencapai usia lanjut.

Menanggapi carut-marut pelayanan yang masih terjadi di lapangan, Menkes Budi mengakui bahwa sistem kesehatan di Indonesia masih memiliki banyak kekurangan. Ia berkomitmen untuk melakukan perbaikan di berbagai lini, mulai dari sarana prasarana hingga kualitas sumber daya manusia.

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki. Baik dari fasilitas kesehatannya, alat-alat kesehatannya, maupun SDM kesehatannya," kata Menkes.

Lebih lanjut, Budi juga meminta peran aktif masyarakat dan media untuk terus mengawasi dan memberikan masukan terkait pelayanan kesehatan di Indonesia. Menurutnya, masukan dari publik sangat penting agar sistem kesehatan nasional dapat terus berbenah dan meminimalisir kejadian serupa di masa depan.

"Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar sistem kita bisa memperbaiki diri," pungkasnya.

HIGHLIGHT

x|close