Ntvnews.id, Jakarta -Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman menyampaikan pesan kebangsaan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memperjelas komitmen menjaga persatuan, mempererat kebersamaan, serta menyikapi arus informasi dan dinamika demokrasi secara bijak demi mempertahankan stabilitas nasional.
Dudung menggarisbawahi bahwa kekuatan utama Indonesia bukan sebatas ditopang oleh melimpahnya kekayaan sumber daya alam, melainkan berakar pada semangat gotong royong seluruh anak bangsa.
"Saya meyakini bahwa kekuatan bangsa ini tidak hanya terletak pada sumber daya yang kita miliki, tetapi terutama pada persatuan, kebersamaan, dan semangat gotong royong seluruh anak bangsa," ujar Dudung dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).
Di sisi lain, mantan Kepala Staf Angkatan Darat tersebut memberikan pengingat khusus kepada jajaran prajurit TNI dan anggota Polri agar senantiasa menjaga amanah serta kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa aparat keamanan lahir dari rahim rakyat sehingga seluruh pengabdiannya harus diabadikan untuk kepentingan masyarakat.
Baca juga :Dudung Abdurachman Bantah Miliki Dapur MBG, Tantang Penyebar Isu Buktikan Klaimnya
Keterikatan emosional dan historis antara rakyat dengan institusi pertahanan serta penegak hukum perlu terus dirawat. Dudung menyebut TNI dan Polri bukanlah lembaga terpisah, melainkan saudara kandung rakyat Indonesia.
Merespons tantangan era digital, Dudung menyoroti pentingnya peningkatan literasi informasi di tengah masyarakat. Ia mengimbau warga untuk tidak gampang terprovokasi oleh isu-isu liar di media sosial yang belum teruji kebenarannya, serta mengedepankan verifikasi fakta (fact-checking) dan memeriksa kredibilitas sumber sebelum membagikan ulang suatu informasi.
Langkah ini dipandang krusial agar masyarakat tidak terjebak menjadi bagian dari penyebaran berita bohong (hoaks) maupun narasi provokatif yang berisiko merusak iklim kondusif bangsa.
Mengenai dinamika politik dan sosial, Dudung memandang perbedaan pendapat sebagai fenomena wajar dalam ekosistem demokrasi yang sehat. Meski begitu, perbedaan tersebut jangan sampai mengoyak tali persaudaraan dan keutuhan negara.
Baca juga:Sinergi Polri–Kejagung Dinilai Perkuat Fondasi Penegakan Hukum dan Stabilitas Nasional
"Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, marilah kita menyikapinya dengan kepala dingin, saling menghormati, saling mengingatkan dengan cara yang santun, serta bersama-sama menjaga stabilitas nasional, persatuan dan kesatuan," kata Dudung.
(Sumber:Antara)
Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman (Antara)