Kepala BGN Sudaryono Minta Maaf Atas Kasus Keracunan MBG di Sejumlah Daerah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Agu 2026, 22:35
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN, Sudaryono Kepala BGN, Sudaryono (NTVNews.id/Adiansyah)

NTVNews.id , Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan permintaan maaf kepada para korban dan keluarga yang terdampak kasus keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah wilayah.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kejadian yang berkaitan dengan makanan MBG. Ia menyebutkan beberapa daerah yang mengalami kasus tersebut, antara lain Jepara, Yogyakarta, Jayapura, dan Semarang.

Baca Juga:  Keracunan MBG di Papua: BGN Pastikan Evaluasi dan Penanganan Maksimal

“Kami menyampaikan permintaan maaf kepada korban dan keluarga korban di seluruh Indonesia, di beberapa kejadian, ada yang di Jepara, ada yang di Yogya, ada di Jayapura, termasuk yang di Semarang,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Jumat, 7 Agustus 2026.

BGN Targetkan Kasus Keracunan MBG Dapat Ditekan hingga Nol

Sudaryono menuturkan, BGN akan segera melakukan pembenahan terhadap tata kelola dan sistem pengawasan Program MBG. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terulangnya kasus serupa di masa mendatang.

Ia mengatakan keselamatan penerima manfaat menjadi perhatian utama sehingga berbagai prosedur pelaksanaan MBG akan terus dievaluasi dan diperbaiki.

Kepala BGN, Sudaryono <b>(NTVNews.id/Adiansyah)</b> Kepala BGN, Sudaryono (NTVNews.id/Adiansyah)

"Kami mohon maaf. Kami akan terus tingkatkan ini. Kami minta izin untuk dalam waktu yang sesingkat-singkatnya ini kami perbaiki dengan segera tata kelola agar kasus keracunan ini betul-betul kami bisa nolkan," ungkapnya.

Menurut Sudaryono, perbaikan tidak hanya dilakukan pada satu aspek saja. BGN akan memperkuat sistem mulai dari pengelolaan dapur, proses memasak, hingga distribusi makanan hingga penerima manfaat.

Pria yang juga akrab disapa Mas Dar tersebut mengatakan, BGN terbuka terhadap kritik, saran, maupun masukan dari berbagai pihak untuk menyempurnakan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.

Baca Juga:  BGN Ungkap Penyebab Dugaan Keracunan MBG di Papua

Masukan dari ahli, pakar, akademisi, dan masyarakat dinilai penting untuk membantu BGN menemukan titik lemah dalam pelaksanaan program sekaligus meningkatkan standar keamanan pangan.

Sejalan dengan itu, BGN juga terus melakukan pembaruan terhadap sistem serta Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diterapkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sudaryono menjelaskan, BGN sedang menyiapkan berbagai petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis yang berkaitan dengan operasional MBG.

Pembaruan tersebut mencakup pengaturan menu, prosedur kerja dapur, tata cara memasak, waktu pengolahan makanan, hingga pemanfaatan sistem informasi teknologi.

HIGHLIGHT

x|close