3 Juta Warga Terpapar Asap Karhutla di 7 Provinsi, Menkes Imbau Penggunaan Masker

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Agu 2026, 15:25
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melaporkan sedikitnya 3 juta warga di 37 kabupaten/kota terpapar langsung kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Menanggapi situasi yang kian mengkhawatirkan tersebut, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk segera meningkatkan perlindungan diri, terutama dengan menggunakan masker.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa pembatasan aktivitas di luar ruangan sangat diperlukan untuk mengurangi paparan partikel halus yang terkandung dalam asap karhutla.

"Yang pertama untuk karhutla, banyak partikel-partikel, istilahnya PM2,5. Itu banyak bertebaran di udara dan itu sangat mengganggu paru-paru kita, pernapasan kita. Banyak penyakit pernapasan seperti infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA," ujar Menkes Budi, 24 Agustus 2026.

Berdasarkan data Kemenkes hingga 21 Agustus 2026, titik karhutla telah menyebar di 87 kabupaten/kota yang tersebar di tujuh provinsi prioritas. Wilayah tersebut meliputi Jambi, Riau, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Menkes menjelaskan bahwa ancaman utama dari asap karhutla adalah partikel halus PM2,5. Partikel berukuran kurang dari 2,5 mikrometer ini memiliki kemampuan untuk menembus saluran pernapasan hingga bagian terdalam paru-paru.

Paparan PM2,5 yang tinggi dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari iritasi mata, tenggorokan gatal, batuk, hingga sesak napas. Selain itu, kondisi ini berisiko memperburuk kondisi pasien yang memiliki riwayat penyakit paru kronis atau asma.

Sebagai langkah preventif, pemerintah meminta masyarakat rutin memantau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) atau kualitas udara melalui aplikasi resmi sebelum memutuskan beraktivitas di luar rumah. Jika kualitas udara menunjukkan kategori tidak sehat, penggunaan masker saat keluar rumah menjadi kewajiban.

Dalam arahannya, Kemenkes juga menyoroti kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap dampak buruk asap karhutla. Kelompok tersebut mencakup anak-anak, ibu hamil, lanjut usia (lansia), serta warga dengan riwayat penyakit pernapasan.

"Paparan asap dalam kondisi kualitas udara yang buruk dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan yang serius pada kelompok rentan tersebut," tulis keterangan Kemenkes.

Baca Juga: Kemenkes Catat Kasus ISPA Tembus 400 Ribu per Minggu Saat Musim Kemarau

HIGHLIGHT

x|close