Kremlin Buka Suara Soal Rencana Pertemuan Putin, Trump, dan Zelensky

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Sep 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kremlin Kremlin (( (Antara (Xinhua) ))

Ntvnews.id, Moskow - Kremlin menyatakan pertemuan trilateral antara Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky hanya dapat dilaksanakan apabila proses perundingan konflik Ukraina telah menghasilkan kesepakatan yang siap difinalisasi.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan wacana mengenai pertemuan tiga pemimpin tersebut sebenarnya sudah dibicarakan selama beberapa waktu.

Pernyataan itu disampaikan Peskov saat merespons pemberitaan mengenai kunjungan Direktur CIA John Ratcliffe ke Moskow pada pekan lalu. Sebelumnya, Axios melaporkan Ratcliffe mengusulkan pertemuan antara Trump, Putin, dan Zelensky dalam pembicaraannya dengan pejabat Rusia.

"Kesepakatan bukanlah sebuah kesepakatan sederhana. Ini merupakan proses penyelesaian yang kompleks dan terdiri dari sejumlah besar detail," ujar Peskov kepada stasiun televisi Rusia VGTRK, Selasa, 1 September 2026.

Baca Juga: Penuhi Undangan Kremlin, Putin ke Prabowo: Selamat Datang Sahabatku

Menurut Peskov, pertemuan ketiga pemimpin tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal apabila hanya digunakan untuk membicarakan berbagai rincian penyelesaian konflik.

Ia menilai pertemuan sebaiknya dilakukan setelah rangkaian negosiasi menghasilkan kesepakatan yang cukup konkret. Dengan demikian, Putin, Trump, dan Zelensky dapat bertemu untuk menyelesaikan sekaligus meresmikan hasil perundingan tersebut.

Peskov juga menuduh pemerintah Kyiv tidak memperlihatkan keinginan untuk terlibat dalam upaya mencapai "penyelesaian nyata" atas konflik yang berlangsung.

Wacana Pertemuan Trilaterial

Spekulasi mengenai pertemuan antara Trump, Putin, dan Zelensky kembali mencuat setelah John Ratcliffe melakukan kunjungan ke Moskow pada pekan sebelumnya.

Kremlin sebelumnya juga menegaskan bahwa pertemuan trilateral membutuhkan persiapan yang cukup matang. Moskow menilai pertemuan tersebut baru layak digelar setelah terdapat perkembangan nyata dalam proses negosiasi.

Zelensky sebelumnya menyatakan dukungan terhadap rencana pertemuan bersama Putin dan Trump. Namun, Putin selama ini menolak bertemu apabila belum ada persiapan serta kemajuan yang memadai dalam perundingan.

Sementara itu, Trump menyebut kunjungan Ratcliffe ke Moskow sebagai "urusan rutin". Ia juga menegaskan perjalanan tersebut bukan untuk memberikan peringatan kepada Rusia terkait kemungkinan serangan terhadap wilayah negara anggota NATO.

Dalam kesempatan yang sama, Peskov mengungkapkan bahwa Putin juga dijadwalkan membahas rencana referendum Armenia mengenai arah hubungan negara tersebut dengan Uni Eropa (UE) dan Uni Ekonomi Eurasia.

Pertemuan Putin dengan Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan dijadwalkan berlangsung di Bishkek pada 31 Agustus hingga 1 September.

Peskov mengatakan Putin akan kembali menyampaikan pandangan serta argumen Moskow mengenai pilihan Armenia dalam menentukan hubungan dengan kedua blok tersebut.

HIGHLIGHT

x|close