Ntvnews.id, Jakarta -Upaya Indonesia menuju kedaulatan pangan kini mulai membuka jalan ke pasar luar negeri melalui kesepakatan ekspor beras ke Malaysia. Nota Kesepahaman yang memuat pengiriman awal sebanyak 1.000 ton beras premium tersebut menyimpan potensi peningkatan volume hingga 200.000 ton, dengan nilai transaksi mencapai Rp3,4 triliun.
Pencapaian ini bertepatan dengan momentum penting nasional. "Ekspor beras ke Malaysia yang bersamaan dengan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi optimisme baru bahwa Indonesia semakin berdaulat dalam pangan," ujar Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin (31/8).
Pengiriman perdana ke negeri jiran menandai babak anyar bagi sektor pertanian domestik. Di tengah prioritas utama menjaga ketercukupan beras nasional, Indonesia perlahan memiliki kapasitas untuk merespons permintaan internasional secara terukur.
Langkah ekspansi ini ditopang oleh tren kenaikan produksi. Proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) mencatat produksi beras Indonesia pada musim 2026/2027 diperkirakan menembus 38,6 juta ton. Angka ini melonjak 4,6 juta ton apabila dibandingkan dengan capaian periode 2024/2025 yang berada di level 34 juta ton.
Dengan kebutuhan konsumsi dalam negeri yang diproyeksikan sekitar 31 juta ton pada 2026, surplus produksi memperkokoh fondasi ketahanan pangan sekaligus memperlebar peluang niaga di kancah global.
Posisi Indonesia di arena internasional pun kian diperhitungkan. FAO menempatkan Indonesia pada peringkat keempat produsen beras terbesar dunia, setelah India, China, dan Bangladesh. Di saat beberapa negara produsen utama menghadapi kendala produksi, Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara yang konsisten mencatatkan pertumbuhan.
Meskipun aktivitas perdagangan luar negeri mulai berjalan, ketersediaan pasokan dalam negeri dipastikan tidak terganggu. Cadangan beras nasional saat ini berada di kisaran 5,2 juta ton, jumlah yang memadai untuk menjaga ketahanan pangan hingga Mei 2027.
"Pemerintah memastikan bahwa ekspor beras ke Malaysia tidak akan mengganggu pemenuhan kebutuhan beras masyarakat Indonesia. Pemerintah tetap mengutamakan kecukupan stok dan stabilitas pangan nasional," tutur Qodari.
Baca juga: Qodari Harap Proyek Hunian Terjangkau Manggarai Tepat Sasaran bagi Masyarakat yang Membutuhkan
Komitmen ekspor ini juga tidak diposisikan sebagai muara akhir dari kebijakan pangan nasional. Qodari menekankan pentingnya menjaga keberlanjutan produktivitas, menjamin harga dan pasokan yang terjangkau bagi masyarakat, memperluas jangkauan pasar, serta memastikan seluruh pencapaian tersebut berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan para petani.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari. (Antara)