Ntvnews.id, Washington – Amerika Serikat dilaporkan mendesak sejumlah negara untuk menghentikan perdagangan dengan Iran sebagai bagian dari upaya memperketat tekanan ekonomi terhadap Teheran.
Dilansir dari Axios, Kamis, 3 September 2026, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada awal pekan ini menginstruksikan seluruh kedutaan besar Amerika Serikat untuk mengirimkan nota diplomatik kepada pejabat tertinggi di negara tempat mereka bertugas terkait Operasi Economic Outcast.
Melalui instruksi tersebut, misi diplomatik AS diminta mendorong pemerintah negara lain agar segera menghentikan seluruh aktivitas perdagangan dengan Iran serta mengungkapkan hubungan bisnis yang masih berkaitan dengan Teheran.
Negara atau pihak yang tetap melakukan bisnis dengan Iran setelah menerima tuntutan tersebut disebut dapat menghadapi sanksi, termasuk pemutusan akses terhadap sistem dolar AS.
Baca Juga: Putin Ucapkan Terima Kasih ke Prabowo atas Kehadirannya di Rusia
Instruksi khusus tersebut dikirimkan kepada sejumlah kedutaan besar AS, termasuk di Abu Dhabi, Muscat, Hong Kong, Doha, London, Berlin, serta beberapa negara di Asia Tengah.
Selain menghentikan perdagangan, kedutaan AS juga diminta mendesak pemerintah setempat untuk menutup seluruh cabang Bank Melli dan Bank Saderat Iran yang disebut berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump pada 19 Agustus 2026 mengumumkan peluncuran operasi ekonomi terhadap Iran yang disebut sebagai upaya mengisolasi negara tersebut dalam skala besar.
Trump juga menyerukan kepada negara-negara sekutu AS untuk bergabung dalam strategi tekanan ekonomi terhadap Iran. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Washington mengalihkan pendekatan dari tindakan militer ke tekanan ekonomi secara bertahap terhadap perekonomian Iran.
(Sumber: Antara)
mengadakan taklimat pers di Gedung Putih mengenai isu-isu terkini di Washington D.C., Amerika Serikat, pada 5 Mei 2026 (Antara)