Ntvnews.id, Teheran - Angkatan bersenjata Iran menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait pada Kamis sebagai aksi balasan atas serangan terbaru AS terhadap Iran.
Dalam pernyataannya yang dikutip kantor berita Iran IRNA, militer Iran menyebut serangan dilakukan menggunakan rudal dan drone.
"Angkatan bersenjata Republik Islam Iran menyerang pangkalan militer AS di UEA dan Kuwait menggunakan rudal dan drone," demikian pernyataan tersebut.
Stasiun televisi Iran Press TV melaporkan salah satu serangan mengenai apa yang disebut sebagai "sasaran utama" di pangkalan militer AS di Kuwait.
Militer Iran mengatakan serangan di Pangkalan Udara Ahmad Al Jaber, Kuwait, diarahkan ke sejumlah fasilitas, termasuk sistem komunikasi satelit, gudang, dan hanggar pesawat tempur.
Baca Juga: 18 Warga Iran Tewas dalam Serangan Udara AS Terbaru
Sementara itu, serangan terhadap Pangkalan Udara Al Minhad di UEA disebut menyasar area penempatan personel militer serta sistem radar.
Serangan Iran tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran pada Selasa malam.
Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, serta fasilitas komunikasi.
Iran kemudian melancarkan serangan balasan dengan menyasar sejumlah fasilitas militer AS yang berada di kawasan Timur Tengah.
(Sumber: Antara)
Rudal Zolfaghar dan Qadr, serta model logam kapal selam mini, dipamerkan di Lapangan Azadi di Teheran, Iran, pada 24 Juli 2026, di tengah kian memanasnya aksi saling serang antara Iran dan AS yang dipicu oleh jalur pelayaran paralel di Selat Hormuz. Warga berkesempatan untuk melihat langsung rudal dan peralatan militer tersebut di lapangan itu (Antara)