Menag: MTQ Nasional Bukan Sekadar Kompetisi, Tapi Wujudkan Living Quran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 21:05
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar. Menteri Agama Nasaruddin Umar. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menilai Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional XXXI tidak semata-mata menjadi ajang untuk memperebutkan gelar juara. Menurut dia, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menerapkan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari melalui konsep living Quran.

“Jadi ada beberapa kategori, ada yang dekat dengan Al Quran, ada yang melekat dengan Al Quran, dan ada yang menjadi living Quran, (being the Quran), ibaratnya sudah seperti Quran berjalan,” ujar Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.

Nasaruddin menjelaskan bahwa kemampuan membaca dan menghafal Al Quran merupakan tahapan untuk semakin dekat dengan kitab suci. Namun, proses tersebut tidak berhenti pada kemampuan melafalkan atau mengingat ayat, melainkan perlu dilanjutkan dengan menerapkan pesan-pesan Al Quran dalam kehidupan.

Ia menekankan bahwa ajaran Al Quran seharusnya tercermin melalui sikap seseorang ketika menghadapi persoalan, berinteraksi dengan orang lain, serta menjalani kehidupan bermasyarakat. Karena itu, MTQ diharapkan tidak hanya menghasilkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang unggul dalam perlombaan.

Baca JugaMendes Yandri Dukung Pembinaan Kafilah MTQ Kabupaten Serang untuk Berantas Buta Huruf Al Quran

“Jadilah sebagai penjernih bukan pengeruh. Jadilah penghubung bukan pemisah. Jadilah moderator bukan provokator. Jadilah problem solver bukan problemator. Jadilah penyuluh bukan perusuh,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Menurut Nasaruddin, ukuran keberhasilan MTQ tidak sebatas melihat peserta yang memperoleh gelar juara. Nilai-nilai yang dipelajari selama mengikuti musabaqah diharapkan tetap dibawa para peserta ketika kembali ke daerah dan lingkungan masing-masing.

Dengan demikian, pencapaian dalam kompetisi dapat diteruskan melalui sikap dan keteladanan di tengah masyarakat. MTQ Nasional XXXI sendiri digelar di Semarang, Jawa Tengah, pada 11-20 September 2026 dengan mengangkat tema “Menebar Cahaya Al Quran dalam Harmoni Menuju Indonesia Emas yang Berkeadaban.”

Penerapan konsep living Quran juga terlihat dari penyelenggaraan MTQ yang memberikan ruang lebih luas bagi penyandang disabilitas. Pada penyelenggaraan tahun ini, terdapat ekshibisi bagi Teman Tuli serta golongan tilawah khusus penyandang disabilitas netra putra dan putri.

Baca JugaKemenag Terus Berupaya Agar Juara MTQ Internasional Bisa Diangkat Jadi PNS

Ekshibisi Teman Tuli dijadwalkan berlangsung pada 14-16 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 28 peserta yang berasal dari 14 komunitas Tuli Muslim dari berbagai daerah di Indonesia.

Para peserta akan mengikuti golongan Tilawah dengan membaca Al Quran menggunakan bahasa isyarat serta golongan Kitabah berupa penulisan Al Quran Isyarat.

(Sumber: Antara)

x|close