Ntvnews.id, Riyadh - Pemerintah Kerajaan Arab Saudi melaporkan dua orang terluka setelah sebuah proyektil yang ditembakkan kelompok Houthi dari Yaman menghantam wilayah Jazan, Arab Saudi bagian selatan. Serangan tersebut juga menyebabkan sebuah masjid mengalami kerusakan.
Dilansir dari Al Jazeera, Senin, 14 September 2026, proyektil itu jatuh di wilayah al-Tuwal, Provinsi Jazan, pada Sabtu, 12 September 2026. Selain masjid, sejumlah kendaraan turut mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Sipil Arab Saudi menyebut serangan terhadap fasilitas sipil sebagai "pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional". Ia mengatakan langkah-langkah darurat yang telah disiapkan sebelumnya langsung diberlakukan.
Kelompok Houthi menyatakan serangan tersebut ditujukan ke pangkalan militer Arab Saudi di Sharurah, Provinsi Najran, yang berada di bagian selatan negara itu.
Sementara itu, Pertahanan Sipil Arab Saudi menyatakan kondisi di Provinsi Khamis Mushait telah kembali aman setelah sebelumnya mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di wilayah tersebut.
Kelompok Houthi yang mendapat dukungan Iran diketahui meningkatkan serangan menggunakan rudal dan drone ke wilayah selatan Arab Saudi dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Serangan Houthi Lumpuhkan Pengoperasian Pelabuhan Mocha di Yaman
Pada Selasa sebelumnya, Houthi juga melancarkan serangan ke sejumlah fasilitas sipil dan ekonomi di Abha, Khamis Mushait, Jazan, dan Najran. Serangan tersebut menyebabkan 73 orang terluka, termasuk perempuan dan anak-anak.
Serangkaian serangan ke Arab Saudi terjadi di tengah meningkatnya kembali konflik berkepanjangan di Yaman. Pertempuran di negara tersebut kembali pecah pada Juli setelah situasi relatif tenang selama sekitar empat tahun berkat gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pasukan Houthi kini menguasai seluruh garis pantai Laut Merah di Yaman dan telah merebut kota pelabuhan strategis Mocha. Di sisi lain, pasukan pemerintah Yaman membuka medan pertempuran baru di wilayah al-Jawf, Marib, dan al-Bayda.
Menurut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) dan pejabat setempat, lebih dari 500 orang tewas dan puluhan ribu warga terpaksa mengungsi akibat pertempuran tersebut.
Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat terkait krisis Yaman pada bulan ini. Dalam pertemuan tersebut, Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg memperingatkan bahwa Yaman memasuki fase perang baru dan lebih berbahaya.
Houthi Yaman tangkap staf WFP PBB dan serbu kantor pusatnya di Sanaa. (ANTARA)