Gunung Semeru Kembali Erupsi Tiga Kali pada Senin Pagi, Letusan Capai 1 Kilometer

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Sep 2026, 09:31
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Gunung Semeru kembali erupsi puluhan kali di 9 September 2026 Gunung Semeru kembali erupsi puluhan kali di 9 September 2026 (ANTARA )

Ntvnews.id, Jakarta - Gunung Semeru yang membentang di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. Pada Senin1 14 September pagi, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami tiga kali erupsi beruntun dengan tinggi kolom letusan mencapai maksimal 1.000 meter di atas puncak.

Berdasarkan laporan tertulis dari Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, erupsi pertama terjadi pada pukul 04.20 WIB. 

"Tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut (mdpl), erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm dan durasi 128 detik," jelas Sigit.

Pada letusan pertama ini, kolom abu berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah barat laut. Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 mm selama 128 detik.

Erupsi kedua menyusul pada pukul 05.53 WIB dengan skala yang lebih besar. Tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak (4.476 mdpl). Kolom abu tebal berwarna kelabu mengarah ke utara dan barat laut, terekam dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 133 detik.

Puncak erupsi pada Senin pagi ini terjadi pada pukul 06.28 WIB. Tinggi kolom letusan abu vulkanik menyentuh angka 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl).

"Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 23 mm dan durasi 140 detik," tambah Sigit.

Menyikapi peningkatan aktivitas ini, Sigit menegaskan bahwa status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Oleh karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah larangan keras bagi masyarakat demi keselamatan.

Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apapun, baik di dalam maupun di luar ruangan, di wilayah sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 km dari pusat erupsi. Selain itu, masyarakat juga diwajibkan untuk menjauhi area 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena ancaman perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa mencapai jarak 17 km dari puncak.

"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," katanya.

Radius 5 km dari kawah atau puncak Gunung Semeru juga dinyatakan sebagai zona merah yang terlarang untuk segala bentuk aktivitas, mengingat tingginya risiko bahaya lontaran batu pijar.

Lebih lanjut, Sigit mengimbau masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana turunan letusan gunung berapi. 

"Masyarakat wajib mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai atau lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru," imbaunya.

Kewaspadaan khusus ditekankan pada sungai-sungai yang berhulu di Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Masyarakat juga diminta untuk mengantisipasi potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang menjadi anak sungai dari aliran utama Besuk Kobokan.

x|close