Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melanjutkan rencana pembangunan jalan sejajar rel di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Proyek yang telah digagas sejak era Gubernur Fauzi Bowo itu ditargetkan mulai dibangun dan rampung pada 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek langsung lokasi pembangunan jalan tersebut saat melakukan site visit di Jalan Pagu Jaten Raya, Pasar Minggu, Senin, 14 September 2026.
Ia mengatakan, pembangunan jalan sejajar rel sepanjang 1,7 kilometer itu merupakan proyek lama yang belum kunjung terealisasi. Rencana tersebut telah dikaji sejak 2013-2014, tetapi proses pembebasan lahan sempat terhenti akibat pandemi Covid-19.
"Hari ini saya melakukan pengecekan kembali jalan yang sebenarnya sudah direncanakan sejak zaman Gubernur DKI ke-13 Fauzi Bowo, tetapi sampai hari ini belum terselesaikan," kata Pramono.
Pemprov DKI melalui Dinas Bina Marga kini kembali mempercepat proses pembangunan akses jalan sejajar rel tersebut. Salah satu fokus utama saat ini adalah menuntaskan pembebasan lahan.
Pramono menyebut pembebasan lahan untuk proyek jalan tersebut saat ini telah mencapai sekitar 70 persen. Pemprov DKI menargetkan sisa lahan dapat diselesaikan pada 2026 sehingga pembangunan fisik bisa dimulai pada 2027.
"Alhamdulillah pembebasan lahan sekarang sudah 70 persen. Masih ada 30 persen dan tentunya dengan kehadiran Bapak Kakanwil, kami mengharapkan penyelesaian ini bisa dilakukan di tahun 2026, sehingga jalan ini akan bisa diselesaikan di tahun 2027," imbuhnya.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 493 Tahun 2024 dan Peta Bidang BPN Nomor 2167/2025, proyek ini membutuhkan pembebasan 118 bidang tanah dengan total luas sekitar 13.890 meter persegi.
Pramono Anung (NTVNews.id/Adiansyah)
Dari jumlah tersebut, sebanyak 65 bidang telah dibebaskan. Rinciannya, 59 bidang dibebaskan pada 2025 dan enam bidang lainnya pada 2026.
Selain itu, terdapat delapan bidang yang tengah menjalani proses alih status aset. Dengan demikian, total lahan yang telah tersedia mencapai sekitar 9.744 meter persegi atau 70 persen dari kebutuhan proyek.
"Masih ada 45 bidang milik warga yang dalam proses penyelesaian. Sebanyak 26 bidang sedang dalam tahap pengecekan dan verifikasi dokumen di Kantor Pertanahan Jakarta Selatan. Sementara 18 bidang masih dalam proses pengumpulan dan pelengkapan dokumen oleh warga," ungkapnya.
Jalan sejajar rel Pasar Minggu tersebut nantinya memiliki lebar sekitar 18 hingga 23 meter dengan panjang mencapai 1,7 kilometer.
Jalur ini akan menghubungkan Jalan Rawajati Timur, Jalan Kemuning Raya, hingga Jalan Tanjung Barat Raya di sisi selatan Markas BIN.
Menurut Pramono, pembangunan jalan baru tersebut diharapkan dapat meningkatkan konektivitas sekaligus mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan Pasar Minggu dan sekitarnya.
"Kami mengharapkan penyelesaian pembebasan tanah bisa dilakukan di tahun 2026. Proses pembangunan fisik dilaksanakan pada 2027 dan selesai di tahun yang sama. Semoga target ini bisa terpenuhi sehingga dapat segera digunakan masyarakat," terangnya.
Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Heru Suwondo menambahkan, pembangunan jalan sejajar rel ini tidak hanya bertujuan memperbaiki konektivitas kawasan. Proyek tersebut juga berkaitan dengan aspek keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan.
"Setelah ini jalan jadi, Simpang Volvo itu akan ditutup. Jadi tidak ada lagi perlintasan sebidang antara jalan dan kereta api, dan tentunya menghindari juga kecelakaan," kata Heru.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)