593 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa, Akses Warga Palestina Dibatasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 10:24
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina. (ANTARA/Xinhua) Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ntvnews.id, Yerussalem - Sebanyak 593 pemukim Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Minggu, 14 September 2026 waktu setempat. Aksi tersebut berlangsung ketika otoritas Israel justru memperketat akses warga Palestina ke situs suci umat Islam tersebut, bertepatan dengan perayaan Tahun Baru Yahudi.

Dilansir dari Anadolu Agency, Selasa, 15 September 2026, menurut laporan Otoritas Kegubernuran Yerusalem, ratusan warga Israel tersebut memasuki kompleks Al-Aqsa melalui Gerbang Dung atau Bab al-Maghariba pada hari kedua perayaan hari raya Yahudi.

Penyerbuan dilakukan dalam dua gelombang, yakni pada pagi dan sore hari, dengan pengawalan pasukan Israel.

Dalam laporan terpisah, Otoritas Kegubernuran Yerusalem menyebut akses warga Palestina menuju Masjid Al-Aqsa juga dibatasi saat pelaksanaan salat Subuh pada Minggu, 13 September 2026. Jemaah Palestina hanya diperbolehkan masuk melalui Gerbang Hutta dan Gerbang Rantai.

Baca Juga: Menteri Israel Pimpin Warga Yahudi Dobrak Kompleks Masjid Al Aqsa

Selain membatasi jalur masuk, otoritas Israel juga memberlakukan pembatasan berdasarkan usia bagi jemaah Palestina. Namun, tentara Israel yang bertugas di pos pemeriksaan tidak memberikan informasi mengenai kelompok usia yang diperbolehkan memasuki kompleks tersebut.

Kebijakan tersebut membuat banyak warga Palestina tidak dapat mencapai kompleks Masjid Al-Aqsa. Sebagian jemaah yang berhasil tiba di lokasi bahkan harus menunaikan salat di sekitar gerbang.

Pembatasan itu diberlakukan bersamaan dengan seruan sejumlah kelompok Yahudi yang mendorong peningkatan aksi penyerbuan ke kompleks Masjid Al-Aqsa selama rangkaian hari raya Yahudi.

Otoritas Kegubernuran Yerusalem menilai aksi tersebut merupakan bagian dari eskalasi yang terus berlangsung terhadap Masjid Al-Aqsa selama musim perayaan Yahudi. Kondisi itu juga dibarengi dengan bertambahnya jumlah perintah yang melarang warga Palestina memasuki kompleks tersebut.

Otoritas tersebut mencatat sekitar 850 perintah pembatasan serupa telah dikeluarkan sejak awal 2026.

Umat ??Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) <b>(Antara)</b> Umat ??Islam Palestina berkumpul untuk memasuki Masjid Al-Aqsa saat dibuka kembali untuk ibadah di Kota Tua Yerusalem Timur, Kamis (9/4/2026). (ANTARA FOTO/Anadolu Agency/Mostafa Alkharouf/nym) (Antara)

Rangkaian hari raya Yahudi dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12-13 September. Perayaan kemudian dilanjutkan dengan Yom Kippur pada 21 September, Sukkot pada 26 September hingga 2 Oktober, dan Simchat Torah pada 3 Oktober.

Otoritas Kegubernuran Yerusalem juga menuding pemukim Israel berupaya menjalankan ritual keagamaan mereka "dengan kekerasan" di sekitar Masjid Al-Aqsa maupun di area gerbangnya.

Mereka memperingatkan adanya upaya untuk menciptakan "realitas baru" sekaligus mengikis identitas Islam di kompleks suci tersebut.

Masjid Al-Aqsa merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam dan menempati posisi ketiga setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Sementara bagi umat Yahudi, kawasan yang sama dikenal sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci dan diyakini sebagai lokasi dua kuil Yahudi pada masa lampau.

Berdasarkan status quo yang telah berlaku selama puluhan tahun, umat Yahudi diperbolehkan mengunjungi kompleks tersebut, tetapi tidak diperkenankan melakukan ritual keagamaan maupun berdoa di dalam kawasan Masjid Al-Aqsa.

x|close