Trump Pertimbangkan Buka Dokumen Baru 9/11, Dugaan Keterlibatan Saudi Disorot

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 09:18
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mempertimbangkan permintaan keluarga korban serangan 11 September 2001 atau 9/11 untuk membuka dokumen tambahan terkait penyelidikan tragedi tersebut.

Dokumen yang diminta untuk dipublikasikan itu berpotensi memberikan informasi lebih jauh mengenai dugaan keterkaitan sejumlah pelaku serangan dengan Arab Saudi.

Trump menyampaikan hal tersebut kepada wartawan di Irlandia pada Sabtu, 13 September 2026, sebelum bertolak kembali ke AS.

"Saya akan melihatnya setelah kembali," kata Trump kepada wartawan ketika ditanya mengenai kemungkinan membuka dokumen terbaru terkait serangan 9/11, khususnya informasi mengenai dugaan keterlibatan pihak Arab Saudi, seperti dikutip dari AFP, Selasa, 15 September 2026.

Dilansir Associated Press, sejumlah keluarga korban selama bertahun-tahun menuding kelompok pemimpin agama ekstremis di Arab Saudi berhasil mendapatkan pengaruh di pemerintahan negara tersebut dan membantu para pembajak pesawat dalam serangan 9/11.

Dari 19 pembajak pesawat dalam serangan tersebut, 15 di antaranya diketahui berasal dari Arab Saudi. Namun, pemerintah Saudi telah berulang kali membantah terlibat dalam aksi teror tersebut.

Keluarga korban kemudian meminta Trump mendeklasifikasi dan mempublikasikan dokumen yang berkaitan dengan penyelidikan. Ketika kembali ditanya mengenai permintaan tersebut saat berada di Irlandia, Trump mengatakan akan mempertimbangkannya.

"Saya akan melihatnya ketika saya kembali," kata Trump sebelum menaiki Air Force One untuk kembali ke Washington setelah menghabiskan akhir pekan di Irlandia.

"Saya tahu mereka sudah memintanya pada Jumat," jelasnya.

Baca Juga: Trump dan Elon Musk Gelontorkan Dana Besar untuk Selamatkan Republik di Pemilu Sela

Keluarga korban 9/11 selama ini menempuh perjuangan hukum yang panjang terkait dugaan peran Arab Saudi. Salah satu perwakilan keluarga korban, Terry Strada, pada Jumat menyerukan Trump dalam acara peringatan di New York City agar "mengatakan kepada Saudi untuk berhenti berbohong."

Strada kehilangan suaminya dalam tragedi 9/11. Dia menilai para presiden AS selama ini memilih "melindungi Saudi daripada berpihak kepada keluarga korban 9/11."

Strada, yang turut membacakan nama-nama korban dalam peringatan tahun ini, juga meminta pemerintahan saat ini untuk "berpihak kepada keluarga korban, berpihak kepada para penyintas."

"Ini adalah satu pengkhianatan demi pengkhianatan lainnya," ujarnya. "Presiden Trump masih bisa mengubahnya." tambahnya.

Gedung WTC saat hendak ditabrak pesawat kedua.  <b>((Times.com))</b> Gedung WTC saat hendak ditabrak pesawat kedua. ((Times.com))

Desakan untuk membuka dokumen tersebut turut mendapat dukungan dari anggota parlemen New York, baik dari Partai Republik maupun Demokrat. Mereka meminta pemerintahan Trump membuka sejumlah catatan telepon yang berkaitan dengan tragedi 9/11.

Anggota DPR AS dari Partai Republik asal New York, Nicole Malliotakis, mengatakan pembukaan dokumen tersebut dapat menjadi momentum penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat.

"Ini mungkin salah satu kesempatan terbaik yang kita miliki untuk menyampaikan informasi ini," kata Malliotakis kepada ABC News pada awal September.

"Dan saya harap kita akan melihat transparansi semacam ini dari pemerintahan ini," tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota New York City Zohran Mamdani baru-baru ini telah membuka sekitar 170 ribu halaman dokumen kepada publik yang berkaitan dengan tragedi 9/11.

Dokumen tersebut berisi berbagai catatan mengenai kualitas udara, masalah kesehatan, serta langkah pemerintah kota dalam menangani situasi setelah serangan 11 September 2001.

x|close