Rebutan Antrean Nyoblos Pemilu Berujung Baku Tembak di Filipina, 3 Orang Tewas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Sep 2026, 09:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Insiden penembakan di sebuah festival. Ilustrasi - Insiden penembakan di sebuah festival. (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Tiga orang tewas dan 15 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden baku tembak di Bangsamoro, Mindanao, wilayah Muslim semiotonom di bagian selatan Filipina, Senin, 14 September 2026.

Dilansir dari AFP, Selasa, 15 September 2026, Peristiwa tersebut terjadi beberapa jam sebelum pemungutan suara dimulai dalam pemilihan perdana untuk memilih perwakilan parlemen daerah Bangsamoro.

Pemilu tersebut menjadi bagian penting dari proses perdamaian yang telah berlangsung sejak akhir 1990-an. Proses itu kemudian berujung pada pembentukan Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) di wilayah selatan Filipina.

Kepala Kepolisian Cotabato Jibin Bongcayao mengatakan baku tembak berlangsung di luar sebuah sekolah yang dijadikan lokasi pemungutan suara di ibu kota wilayah tersebut.

Menurutnya, insiden bermula menjelang tengah malam ketika kelompok-kelompok politik yang berseberangan terlibat perselisihan mengenai siapa yang berhak memberikan suara terlebih dahulu.

"Awalnya ini hanya perebutan posisi dalam antrean antara dua kelompok," kata Bongcayao seperti dikutip AFP.

"Hal itu berujung pada aksi saling dorong, kemudian berkembang menjadi perkelahian, dan akhirnya terjadi penembakan di tengah kerumunan." sambungnya.

Baca Juga: 3 Pegawai Pemkab Jayawijaya Jadi Korban Penembakan di Muliama

Bongcayao menyebut para pelaku merupakan anggota dari partai-partai yang berkompetisi dalam pemilihan tersebut. Salah satu kelompok yang terlibat adalah Moro Islamic Liberation Front (MILF).

MILF merupakan salah satu kelompok yang selama puluhan tahun memperjuangkan otonomi Mindanao dari Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Katolik.

Untuk mengantisipasi potensi kerusuhan, pengamanan diperketat di berbagai wilayah BARMM dalam beberapa hari terakhir. Lebih dari 20.000 personel keamanan ditempatkan di sejumlah lokasi pemungutan suara, disertai pembentukan tim respons cepat untuk menghadapi kemungkinan aksi kekerasan.

Situasi keamanan di wilayah tersebut memang menjadi perhatian. Pada bulan lalu, konvoi kendaraan yang membawa kepala menteri sementara BARMM diserang dengan tembakan. Pejabat tersebut diketahui ditunjuk langsung oleh Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr.

Sementara itu, dalam kejadian berbeda, seorang pria meninggal dunia di rumah sakit pada Senin dini hari setelah ledakan terjadi di sekitar lokasi pemungutan suara lainnya. Kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab ledakan tersebut.

x|close