Idrus Marham Ingatkan Kritik terhadap Misbakhun Harus Berbasis Fakta dan Objektivitas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Sep 2026, 14:53
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham meminta publik tidak terburu-buru menarik kesimpulan terkait tudingan yang mengaitkan Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun dengan pemesanan pita cukai rokok.

Idrus menilai setiap kritik dan pemberitaan harus tetap berpegang pada fakta, rasionalitas, serta objektivitas. Ia juga meminta semua pihak menjaga etika dalam menyampaikan informasi agar tidak menimbulkan persepsi yang keliru di tengah masyarakat.

"Harus faktual, harus rasional, harus objektif. Jangan sampai hal-hal seperti ini kemudian membuat masyarakat menjadi kacau," kata Idrus Marham.

Pernyataan Idrus disampaikan setelah Misbakhun membantah tudingan yang mengaitkan dirinya dengan persoalan pemesanan pita cukai rokok. Tudingan tersebut sebelumnya disebut muncul dalam siniar Bocor Alus dan pemberitaan Majalah Tempo.

Idrus memahami dan menghargai narasi yang disampaikan dalam siniar Bocor Alus dan pemberitaan Majalah Tempo, akan tetapi harus sesuai fakta yang ada.

Misbakhun menegaskan dirinya tidak pernah melakukan seperti yang disebut dalam pemberitaan maupun siaran tersebut.

"Saya tidak melakukan apa yang disampaikan dalam siaran atau berita tersebut," ujar Misbakhun.

Baca Juga: MRT Jakarta Dorong Pertumbuhan Ekonomi Lewat Penataan Sekitar Stasiun

Misbakhun juga menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki kewenangan dalam proses pemesanan pita cukai rokok. Menurut dia, kewenangan tersebut berada pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Idrus menilai klarifikasi Misbakhun seharusnya menjadi dasar bagi publik untuk melihat persoalan secara proporsional.

Menurut Idrus, kritik dalam demokrasi adalah sebuah keniscayaan, merupakan sesuatu yang wajar, namun kritik harus disertai fakta dan tidak boleh berubah menjadi tuduhan tanpa dasar yang jelas.

"Kritik dalam dunia demokrasi itu suatu keharusan, tetapi kritik itu juga harus faktual, harus rasional, harus objektif," kata Idrus.

Idrus mengaku memiliki riwayat kebersamaan dengan Misbakhun sejak peristiwa penting dalam sejarah politik Indonesia, yakni saat pengawalan Pansus Hak Angket Century.

Saat itu, Idrus menjabat sebagai Ketua Pansus Century. Dalam proses tersebut, Idrus memahami komitmen dan kinerja Misbakhun bersama sejumlah tokoh politik lain, di antaranya Profesor Gayus Lumbun, Mahfud Sidik, Maruara Sirait, Bambang Soesatyo, dan Ahmad Yani.

Kebersamaan dalam mengawal persoalan tersebut, menurut Idrus, membuat dirinya mengetahui perjalanan dan perkembangan Misbakhun sebagai salah satu kader politik yang memiliki komitmen dan kinerja yg luar biasa.

Idrus kemudian mengajak masyarakat melihat persoalan tersebut dalam perspektif yang lebih positif dengan membangun solidaritas sosial antarsesama anak bangsa.

"Sejatinya kita sesama anak bangsa membangun solidaritas sosial yang kuat, sehingga memungkinkan kita untuk berkarya, menorehkan prestasi untuk bangsa. Solidaritas itu adalah saling mendukung, saling mendorong untuk berbuat kebaikan, bukan saling mempreteli, bukan saling menjatuhkan," ujar Idrus.

Idrus Marham: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia* <b>(NTVnews)</b> Idrus Marham: Prabowo Konsisten Satukan Berbagai Warna Politik untuk Indonesia* (NTVnews)

Menurut Idrus, semangat saling mendukung dan mendorong diperlukan agar energi masyarakat dapat diarahkan untuk menghasilkan berbagai prestasi bagi bangsa, bukan justru dihabiskan untuk saling menjatuhkan.

" Kalau misalkan itu yang kita kembangkan, maka kapan Indonesia maju?" katanya.

Idrus menegaskan, kritik tetap diperlukan dalam kehidupan demokrasi, namun harus disampaikan berdasarkan fakta dan objektivitas. Sebaliknya, ia mendorong agar masyarakat mengembangkan cara pandang yang positif terhadap sesama anak bangsa.

"Sejatinya kita sesama anak bangsa memperkuat solidaritas sosial, yang implementasinya saling mendorong, saling mendukung dalam menorehkan berbagai prestasi untuk bangsa, bukan saling menjatuhkan," ujar Idrus.

Idrus mengatakan wujud solidaritas sosial adalah memiliki kepedulian terhadap sesama, termasuk ikut merasakan ketika ada anak bangsa yang mengalami kesulitan.

"Wujud daripada solidaritas sosial itu adalah senang melihat sesama anak bangsa bemaju dan susah melihat bila ada anak bangsa yang menderita," katanya.

Karena itu, Idrus mengajak semua pihak mengembangkan pola pikir positif atau positive thinking, bukan negative thinking, serta mengedepankan husnuzan atau prasangka baik dalam menyikapi persoalan.

"Kita mesti mengembangkan positive thinking, bukan negative thinking, mengembangkan husnuzan, bukan suuzan," ujar Idrus.

Idrus juga menyinggung posisi Misbakhun sebagai tokoh Partai Golkar. Ia menilai rekam jejak dan prestasi Misbakhun merupakan bagian positif yang perlu dijaga.

"Tokoh ini adalah salah seorang tokoh yang memiliki prestasi yang cerah. Tentu akan berpengaruh juga kepada Golkar," ujar Idrus.

Di sisi lain, sejumlah pemberitaan sebelumnya memang menunjukkan Misbakhun aktif membahas kebijakan cukai hasil tembakau. Pada Agustus 2026, misalnya, Komisi XI DPR menyatakan pembahasan penambahan lapisan tarif cukai rokok akan dituntaskan pada masa sidang berjalan.

Misbakhun juga sebelumnya mendorong kebijakan cukai yang tidak semakin menekan industri tembakau. Pada Mei 2026, ia mendukung kebijakan mempertahankan tarif cukai hasil tembakau dengan alasan memberikan relaksasi kepada industri dan menjaga penyerapan tenaga kerja.

Karena itu, Idrus meminta polemik tersebut tidak berkembang menjadi penghakiman sebelum seluruh fakta dan pihak-pihak yang disebut memberikan penjelasan.

"Sudah memberikan klarifikasi, maka tidak ada. Kita harus saling memahami, saling menjaga sesama anak bangsa," kata Idrus.

x|close