Prabowo Soroti Profesor yang Dinilai Bela Kepentingan Asing

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 11:58
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto di HUT Gontor Prabowo Subianto di HUT Gontor (Istimewa)

Ntvnews.id, Ponorogo - Presiden Prabowo Subianto menyinggung kalangan profesor yang menurutnya tidak mampu melihat persoalan ketidakadilan dan justru berpihak pada kepentingan asing.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.

“Pemimpin Indonesia harus pintar. Jangan dibohongi orang. Jangan dibodoh-bodohi. Saya heran, kadang-kadang profesor, tapi enggak bisa melihat ketidakadilan. Profesor yang justru malah membela kepentingan orang-orang asing,” kata Prabowo saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengajak masyarakat untuk memiliki cara berpikir yang bebas dan tidak mudah terpengaruh oleh kepentingan tertentu. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memiliki rasa rendah diri ketika menghadapi berbagai tantangan.

“Jangan punya rasa rendah diri. Jangan punya rasa kalah sebelum berjuang, sedikit-sedikit takut. Nanti bagaimana?” kata dia.

Baca Juga: Prabowo Tegaskan Komitmen Bangun Indonesia yang Mandiri dan Berdikari

Prabowo kemudian menyampaikan pandangannya mengenai ilmuwan yang dianggap memberikan manfaat nyata bagi bangsa. Ia mencontohkan para akademisi dari bidang teknik yang berhasil mengembangkan berbagai produk berbasis kelapa sawit.

Menurut Prabowo, kelapa sawit memiliki beragam potensi pemanfaatan, termasuk sebagai bahan baku bahan bakar minyak (BBM) dan berbagai produk kebutuhan masyarakat.

“Profesor-profesor kita yang pintar, yang benar pintarnya, ya, bukan yang profesor tadi itu, dari fakultas-fakultas teknik kita sudah berhasil membuat solar dari kelapa sawit. Dan sudah bisa membuat bensin dari kelapa sawit,” kata dia.

Sebelumnya, Prabowo juga melontarkan pernyataan mengenai kalangan yang mengaku sebagai pakar saat menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Amanat Nasional (PAN).

"Terserah pakar-pakar yang menganggap dirinya pakar, saking pintarnya jadi goblok!" ujar Prabowo.

Prabowo mengatakan pendapat dari kalangan intelektual tetap dibutuhkan dan harus disampaikan secara jujur. Namun, ia menilai terdapat sejumlah orang yang mengaku sebagai pakar tetapi justru menyampaikan tuduhan yang dianggapnya sebagai fitnah.

"Ada beberapa pakar, saking pakarnya, dia melontarkan fitnah. Tapi sudahlah, kita bangsa yang besar, bangsa yang kuat. Saya mencatat saja. Kalau dia sadar saya maafkan, tapi saya ingatkan," ujar dia.

x|close