Kirim Logistik ke Papua, TNI AD Siapkan Dua Helikopter Baru Buatan Rusia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Sep 2026, 13:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui di acara TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026). Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat ditemui di acara TNI Fair di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersiap memperkuat armada operasionalnya dengan mengerahkan dua unit helikopter baru buatan Rusia untuk mendukung pendorongan logistik di wilayah Papua. Kedua armada udara jenis Mi-35M tersebut saat ini telah disiagakan di Pangkalan Pusat Penerbang Angkatan Darat (Puspenerbad) Semarang sejak awal September 2026.

Kepala Staf TNI AD (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa alutsista baru ini dijadwalkan beroperasi penuh pada bulan mendatang guna menunjang misi kemanusiaan dan mobilitas pasukan di daerah terpencil.

"Mungkin operasional bulan 10 ada dua jenis yang bisa, jenis Kamov (angkut) yang bisa untuk membantu masyarakat," ujar Maruli saat ditemui dalam ajang TNI Fair 2026 di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (19/9).

Geografi Papua yang didominasi pegunungan dan perbukitan ekstrem menjadi tantangan utama distribusi logistik melalui jalur darat. Ketinggian medan yang mencapai lebih dari 2.000 kaki di atas permukaan laut membuat moda transportasi udara menjadi opsi paling krusial untuk menyalurkan bantuan kebutuhan pokok seperti sandang, pangan, dan papan.
 

Hadirnya helikopter milik sendiri ini sekaligus mengakhiri ketergantungan TNI AD terhadap pihak luar. Maruli membeberkan bahwa selama belasan hingga puluhan tahun terakhir, instansinya terpaksa menyewa helikopter milik negara lain demi menembus wilayah interior Papua.

"Jadi, selama ini kita ini hanya bisa menyewa heli yang orang luar negeri punya. Sudah berpuluh tahun, ya," tutur Maruli.

Kehadiran unit baru ini diyakini bakal mengoptimalkan efisiensi pengiriman logistik maupun pergerakan personel. Spesifikasi helikopter tersebut dirancang mampu mengangkut beban muatan mulai dari tiga hingga lima ton, sehingga ideal untuk memobilisasi pasukan dalam jumlah besar saat mendampingi warga lokal.

Melalui penambahan kekuatan armada udara ini, pimpinan TNI AD berharap seluruh lini operasi kemanusiaan dan pelayanan masyarakat di wilayah Papua dapat terlaksana jauh lebih efektif dan mandiri.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close