Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dijadwalkan bertemu dengan pemimpin interim Venezuela, Delcy Rodriguez, di sela-sela rangkaian Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pekan depan. Pertemuan tersebut akan menjadi pertemuan langsung pertama antara Trump dan Rodriguez.
Duta Besar AS untuk PBB Mike Waltz mengatakan pertemuan Trump dan Rodriguez dijadwalkan berlangsung pada Selasa, 22 September 2026 waktu setempat, di tengah agenda Sidang Umum PBB.
"(Trump) akan melakukan pertemuan singkat dengan presiden interim tersebut," kata Waltz kepada wartawan, seperti dilansir dari AFP, Minggu, 20 September 2026.
Rodriguez sebelumnya menjabat sebagai wakil presiden Venezuela di bawah pemerintahan Nicolas Maduro. Sejak menjadi pemimpin interim, ia disebut telah memenuhi sejumlah tuntutan yang diajukan Washington.
Salah satu bentuk kerja sama tersebut berkaitan dengan akses Amerika Serikat terhadap sumber daya minyak Venezuela. Negara Amerika Selatan itu diketahui memiliki salah satu cadangan minyak terbesar di dunia.
Trump bahkan menyebut kesepakatan terbaru kedua negara sebagai "kesepakatan minyak terbesar dalam sejarah dunia". Melalui kesepakatan tersebut, AS disebut akan mendapatkan kendali atas sekitar seperlima cadangan minyak Venezuela.
Baca Juga: Trump Pertimbangkan Buka Dokumen Baru 9/11, Dugaan Keterlibatan Saudi Disorot
Namun, kesepakatan itu mendapat penolakan dari sejumlah pihak yang menentang Rodriguez. Mereka berpandangan bahwa perjanjian tersebut berpotensi membuat Venezuela kehilangan kendali atas sumber daya alamnya.
Kerja sama di sektor energi antara AS dan Venezuela juga semakin berkembang. Pada awal September 2026, perusahaan minyak AS Continental Resources meneken nota kesepahaman dengan perusahaan minyak nasional Venezuela, PDVSA, untuk mengembangkan produksi minyak di kawasan Cekungan Orinoco.
Menteri Energi AS Chris Wright menyebut proyek tersebut sebagai "kesepakatan penting dalam hubungan AS-Venezuela" sekaligus "kesepakatan penting dalam menjadikan Belahan Barat sebagai pusat sistem energi global."
Pertemuan Trump dengan Rodriguez berlangsung setelah pemerintahan Trump melancarkan operasi militer yang bertujuan menggulingkan Maduro pada Januari 2026.
Dalam operasi tersebut, Maduro dan istrinya, Cilia Flores, ditangkap oleh militer AS. Keduanya kemudian dibawa ke penjara federal di New York dan saat ini menunggu proses persidangan atas dakwaan perdagangan narkoba serta sejumlah tuduhan lainnya.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)