Ntvnews.id, Washington D.C - Amerika Serikat (AS) berencana memperluas kehadiran militernya di Greenland dengan membangun dua pangkalan di bagian selatan dan timur wilayah tersebut. Rencana itu tercantum dalam perjanjian keamanan yang baru ditandatangani AS bersama Greenland dan Denmark.
Melalui kesepakatan tersebut, Washington memperoleh izin untuk mendirikan area pertahanan tambahan di Narsarsuaq dan Mestersvig.
"Amerika Serikat diizinkan untuk mendirikan Area Pertahanan tambahan di Narsarsuaq dan Mestersvig sesuai dengan ketentuan dan rincian teknis yang akan disepakati bersama oleh para pihak," demikian bunyi perjanjian tersebut dilansir dari AFP, Rabu, 23 September 2026.
Perjanjian keamanan itu ditandatangani Presiden AS Donald Trump bersama Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen dan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dalam sebuah upacara di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB di New York.
"Ini akan menjadi hubungan jangka panjang yang luar biasa," ujar Trump dalam acara tersebut di New York dilansir AFP.
Sebelumnya, Trump mengatakan kesepakatan tersebut akan memberikan Amerika Serikat "kendali permanen" atas keamanan Greenland. Wilayah otonom Denmark yang berada di kawasan Arktik itu selama ini menjadi perhatian strategis pemerintahan Trump.
Baca Juga: Trump Unggah Peta Berbendera AS, Meksiko hingga Greenland Diselimuti Simbol Amerika
"Bapak Presiden, Anda telah menyampaikannya dengan sangat jelas. Anda tidak ingin pihak lawan datang terlalu dekat," kata Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menjelang penandatanganan tersebut.
"Saya sangat sependapat, dan dengan kesepakatan ini, hal itu tidak akan terjadi," tambahnya, seraya menegaskan bahwa pihak lawan tidak akan diizinkan untuk memperoleh kendali atau pengaruh signifikan di wilayah tersebut.
Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen mengatakan wilayah tersebut memiliki posisi strategis bagi keamanan Amerika Utara sekaligus keamanan transatlantik.
"Kesepakatan ini mencerminkan bahwa kami memahami tanggung jawab kami dan bertindak sebagaimana mestinya," tambahnya.
Kesepakatan tersebut memperluas kehadiran militer AS di Greenland sekaligus tetap menempatkan wilayah itu di bawah kedaulatan Denmark. Perjanjian ini juga memperbarui kerangka kerja pertahanan yang sebelumnya telah mengatur kehadiran militer Amerika Serikat di Greenland.
Sejak kembali menjabat sebagai presiden pada Januari 2025, Trump berulang kali menyatakan kepentingan AS untuk menguasai Greenland dengan alasan strategis. Sikap tersebut sebelumnya memicu kekhawatiran di Denmark dan menimbulkan ketegangan di antara negara-negara anggota NATO.
Pemandangan di dekat Nuuk, Greenland, sebuah daerah otonom milik Denmark, dipotret pada 8 Februari 2026. (Antara)