Gangguan Jarak Pandang, Operasional Penerbangan di Bandara Samrat Manado Dihentikan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Okt 2026, 16:32
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Gangguan Jarak Pandang, Operasional Penerbangan di Bandara Samrat Manado Dihentikan Sementara Gangguan Jarak Pandang, Operasional Penerbangan di Bandara Samrat Manado Dihentikan Sementara (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi (Samrat) Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), mengambil kebijakan untuk menutup sementara operasional penerbangan pada hari ini, Selasa (6/10), akibat gangguan asap pekat.

"Kebakaran rumput yang terjadi di sekitaran runway 18 Bandara Samrat membuat kami harus menutup operasional untuk sementara waktu," ujar General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Sam Ratulangi Manado, Radityo Ari Purwoko, di Manado.

Ia menjelaskan, kepulan asap tebal yang timbul dari kebakaran rumput di sekitar landas pacu berdampak langsung pada penurunan jarak pandang (visibility). Demi memprioritaskan aspek keselamatan penerbangan, pihak pengelola terpaksa melakukan penyesuaian operasional.

Dampak dari penutupan sementara ini, sejumlah penerbangan mengalami penundaan (delay) seperti Lion Air penerbangan JT 749 rute Manado-Surabaya dan Wings Air penerbangan IW 1174 rute Manado-Ternate. Selain itu, beberapa pesawat juga terpaksa berputar-putar di udara (holding) menunggu situasi membaik.

Baca Juga: Sekitar 14 Ribu Jamaah Umrah Terdampak Penutupan Bandara Soekarno-Hatta

Tidak hanya penundaan, sejumlah penerbangan juga dialihkan (divert) ke bandara lain, di antaranya maskapai Garuda Indonesia penerbangan GA 600 tujuan Jakarta-Manado yang dialihkan ke Gorontalo, serta TransNusa penerbangan TNU 273 rute Sorong-Manado yang turut dialihkan ke Gorontalo.

Sebagai langkah mitigasi darurat, operasional penerbangan di Bandara Sam Ratulangi ditutup sementara hingga pukul 17.00 WITA. Keputusan ini bersifat dinamis dan akan terus dievaluasi secara berkala berdasarkan perkembangan di lapangan, khususnya terkait titik api, ketebalan asap, serta jarak pandang di area runway.

Pihak pengelola bandara saat ini berjibaku bersama unsur terkait yang meliputi petugas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), Pangkalan TNI AU (Lanud), serta Dinas Pemadam Kebakaran Kota Manado untuk melakukan pemadaman, pendinginan, dan memastikan wilayah terdampak benar-benar steril serta aman.

“Keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama kami,” tegas Radityo.

Manajemen bandara juga terus menjalin koordinasi intensif dengan maskapai penerbangan, Perum LPPNPI (AirNav Indonesia), serta seluruh pemangku kepentingan guna meminimalisir dampak gangguan pelayanan terhadap para penumpang. Pihak PT Angkasa Pura menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat insiden ini dan berjanji akan terus memperbarui informasi berkala kepada masyarakat.

 
(Sumber: Antara)
 
x|close