Empat WNI Korban Pembajakan MT Honour 25 Somalia Berhasil Dipulangkan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Okt 2026, 10:42
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok pembajak di Somalia tiba ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa malam. empat warga negara Indonesia (WNI) anak buah kapal (ABK) yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 oleh kelompok pembajak di Somalia tiba ke tanah air melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) Tangerang, Banten, pada Selasa malam. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Empat warga negara Indonesia yang menjadi anak buah kapal MT Honour 25 setelah dibajak kelompok perompak di Somalia akhirnya tiba kembali di tanah air. Kedatangan mereka disambut di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (6/10) malam.

Keempat awak kapal asal Indonesia tersebut terdiri atas Ashari Samadikun selaku kapten kapal yang berasal dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, serta Adi Faizal selaku 2nd Officer asal Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Selain itu, rombongan ini juga mencakup Wahudinanto yang menjabat sebagai Chief Officer asal Pemalang, Jawa Tengah, serta Fiki Mutakin yang berasal dari Bogor, Jawa Barat.

Mereka harus menempuh perjalanan panjang setelah berhasil keluar dari penahanan para perompak Somalia. Proses pembebasan ini melewati rangkaian negosiasi panjang melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia di Nairobi, Kenya, serta KBRI Islamabad dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Pakistan.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono didampingi Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyambut langsung kedatangan para korban di Terminal VVIP Bandara Soetta sekitar pukul 18.41 WIB. Sejumlah keluarga dan kerabat turut hadir dalam suasana haru. Seorang orang tua dari ABK bahkan tidak kuasa menahan kesedihannya hingga tak sadarkan diri setelah melihat langsung anaknya terbebas dari insiden penyanderaan tersebut.
 

Pemulangan para warga negara Indonesia ini menegaskan komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negaranya. Pemerintah juga memastikan pemulihan fisik dan mental para korban berjalan optimal dengan memberikan perhatian penuh pada aspek kesehatan pasca-penyanderaan.

"Pada kesempatan ini, saya selaku Menko PMK ingin memastikan bahwa kelanjutan dari proses ini di mana perawatan kesehatan bagi saudara-saudara kita ini juga bisa terlaksana dengan baik," kata Sugiono.

Atas keberhasilan pembebasan tersebut, Menko PMK menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada berbagai pihak yang berjibaku selama proses penyelamatan. Ucapan terima kasih khusus ditujukan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaunde, serta seluruh unsur yang terlibat dalam pembebasan dan pemulangan tersebut.

"Kami juga ingin menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, kemudian seluruh anggota Komisi I DPR RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Yaunde, dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pemulangan, pembebasan dan pemulangan saudara-saudara kita ini," ujar Sugiono.
 
 
Dibajak Perompak Somalia
Tangkapan Layar - Camat Pattallassang Andi Pangeran (tiga kiri) didampingi stafnya berbincang dengan pihak keluarga Ashari Samadikun Kapten Kapal Tanker Honour 25 yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia di kediaman korban Desa Paccellekang, <b>(Antara)</b> Tangkapan Layar - Camat Pattallassang Andi Pangeran (tiga kiri) didampingi stafnya berbincang dengan pihak keluarga Ashari Samadikun Kapten Kapal Tanker Honour 25 yang menjadi korban penyanderaan perompak Somalia di kediaman korban Desa Paccellekang, (Antara)

Sebelumnya, pada 30 April lalu, Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri Heni Hamidah menyatakan empat WNI yang menjadi korban pembajakan kapal MT Honour 25 di Somalia berada dalam kondisi baik dan penanganan kasus masih berlangsung. Awak kapal yang dibajak tersebut terdiri atas empat WNI, 10 warga Pakistan, seorang warga India, dan seorang warga Myanmar. Kementerian Luar Negeri juga telah mengambil langkah-langkah demi memastikan kebutuhan logistik para WNI yang disandera terpenuhi serta gaji mereka tetap dibayarkan oleh pemberi kerja.

Koordinasi intensif sebelumnya dilakukan dengan berbagai pihak di Somalia terkait pembajakan kapal yang berlangsung pada 22 April di perairan sekitar Hafun, bagian timur laut Somalia. Penanganan kasus tersebut melibatkan otoritas setempat, tokoh masyarakat, serta pelaku usaha terkait dengan tetap mengutamakan keselamatan para ABK.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close