Kim Jong Un Pamer Rudal Baru, Disebut Mampu Jangkau Daratan AS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 07:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara 10 Oktober 2022. Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu. Arsip foto - Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un meninjau latihan militer yang dilakukan oleh tentara Korea Utara 10 Oktober 2022. Latihan tersebut dilaporkan mencakup peluncuran rudal balistik untuk menguji efektivitas kemampuan nuklir negara itu. (Antara)

Ntvnews.id, Pyongyang - Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un memamerkan rudal balistik antarbenua atau intercontinental ballistic missile (ICBM) yang diklaim mampu menjangkau wilayah Amerika Serikat (AS).

Dilansir dari Reuters, Rabu, 14 Oktober 2026, rudal tersebut dipamerkan saat Kim menghadiri peresmian Museum Revolusi Pertahanan pada Minggu, 11 Oktober 2026 waktu setempat. Dalam kunjungan itu, ia turut didampingi istrinya, Ri Sol Ju, serta putrinya, Ju Ae.

Kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), merilis sejumlah foto yang memperlihatkan berbagai persenjataan hasil pengembangan selama kepemimpinan Kim. Koleksi tersebut mencakup drone hingga rudal balistik antarbenua Hwasong-20.

Sekretaris Jenderal Forum Pertahanan dan Keamanan Korea, Shin Jong Woo, menjelaskan bahwa sebuah panel informasi di depan peluncur Hwasong-20 menampilkan desain hulu ledak multipel. Panel tersebut juga memperlihatkan peta dunia yang menggambarkan jangkauan serangan rudal hingga melampaui daratan utama AS, bahkan mencapai Timur Tengah, Australia, dan Amerika Selatan.

"Pameran ini tampaknya bertujuan untuk menyoroti pencapaian program pengembangan sains pertahanan Kim. Hal ini memberikan kesan sebagai propaganda yang dimaksudkan untuk meraih keuntungan strategis menjelang potensi pertemuan puncak antara Korea Utara dan AS," sebut Shin.

Baca Juga: Korsel Siapkan 1.400 Lebih Peralatan Medis untuk Korea Utara

Sejumlah analis menilai pendirian museum tersebut merupakan bagian dari strategi Kim untuk menjadikan koleksi persenjataan sebagai simbol permanen pencapaian militer pemerintahannya.

"Dengan mengubah pameran senjata yang dulunya bersifat sementara menjadi museum permanen, Kim melembagakan pencapaian militernya dan menampilkan pengembangan kemampuan nuklir dan rudal Korea Utara sebagai warisan yang telah rampung dan abadi," kata Profesor Lim Eul Chul dari Institut Studi Timur Jauh pada Universitas Kyungnam.

Pameran tersebut muncul sehari setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan kemungkinan pertemuan dengan Kim dalam agenda kunjungannya ke Asia. Trump dijadwalkan menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (KTT APEC) di China pada pertengahan November.

Di luar pameran persenjataan tersebut, Korea Utara mengumumkan telah melakukan uji coba peluncuran rudal balistik pada Senin, 12 Oktober 2026. Pengujian itu bertujuan memastikan keberhasilan peningkatan teknis pada salah satu komponen utama persenjataan, meskipun bagian yang ditingkatkan tidak dijelaskan secara terperinci.

Ilustrasi - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara, yang disiarkan kantor berita Korea Utara KNA, Jumat (25/3/2022). ANTARA/Korean Central News Agency/Handout via Xinhua/tm/am. <b>(Antara)</b> Ilustrasi - Uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) Hwasongpho-17 milik Korea Utara, yang disiarkan kantor berita Korea Utara KNA, Jumat (25/3/2022). ANTARA/Korean Central News Agency/Handout via Xinhua/tm/am. (Antara)

KCNA menyebut peningkatan tersebut sebagai langkah penting untuk memperbaiki kinerja keseluruhan sistem persenjataan ofensif Korea Utara.

Pengumuman Pyongyang itu disampaikan sehari setelah Korea Selatan melaporkan deteksi peluncuran sejumlah rudal balistik Korea Utara menuju perairan lepas pantai timur Semenanjung Korea.

Peluncuran tersebut menjadi yang keempat dilakukan Korea Utara dalam kurun waktu satu bulan terakhir, setelah Korea Selatan sebelumnya menggelar uji coba rudal hipersonik.

Rangkaian pengujian dan pameran persenjataan tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan kemampuan rudal masih menjadi salah satu fokus utama pemerintahan Kim Jong Un di tengah dinamika keamanan kawasan dan kemungkinan kembali dibukanya komunikasi tingkat tinggi dengan Amerika Serikat.

TERKINI

Load More
x|close