ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Batas Jelang KTT Manila

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 07:14
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menghadiri sesi Retreat dalam rangka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN (Sekretariat Presiden)

Ntvnews.id, Manila - Negara-negara anggota ASEAN akan membahas penanganan kabut asap lintas batas dalam pertemuan persiapan para menteri luar negeri menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-49 di Manila pada November 2026.

Agenda tersebut mencuat setelah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia menyebabkan kabut asap menyebar ke sejumlah wilayah Malaysia dan Singapura dalam beberapa pekan terakhir.

Filipina sebagai ketua ASEAN mengonfirmasi bahwa persoalan kabut asap akan menjadi salah satu topik pembahasan regional. Sementara itu, Malaysia mendorong langkah penanganan yang lebih efektif, termasuk melalui pembentukan mekanisme bersama untuk mengatasi polusi asap yang melintasi perbatasan negara.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Filipina, Dominic Xavier Imperial, menyampaikan bahwa isu tersebut akan dibahas dalam pertemuan persiapan para menteri luar negeri ASEAN pada November mendatang.

"Persoalan ini masuk dalam agenda," kata Imperial, merujuk pada rangkaian pertemuan menjelang KTT ASEAN ke-49 di Manila, Selasa, 13 Oktober 2026.

Baca Juga: PM Malaysia Anwar Ibrahim Desak Indonesia dan ASEAN Segera Tangani Kebakaran Hutan

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, sebelumnya meminta agar persoalan kabut asap ditangani melalui koordinasi di tingkat regional. Pada Senin, 12 Oktober 2026, ia menilai mekanisme ASEAN yang selama ini digunakan untuk menangani bencana alam belum mencakup penanganan kabut asap lintas batas secara memadai.

Malaysia juga telah menawarkan bantuan kepada Indonesia untuk mengatasi kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah.

Mohamad menjelaskan, upaya pemadaman menghadapi berbagai hambatan, mulai dari jarak pandang yang terbatas hingga sulitnya akses menuju lokasi kebakaran. Kondisi cuaca yang tidak mendukung pelaksanaan penyemaian awan juga menjadi kendala.

Informasi tersebut, menurut Mohamad, diperoleh melalui komunikasi dengan mitranya dari Indonesia.

Malaysia Minta Indonesia Percepat Pemadaman

Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru dampak kebakaran hutan dan lahan di bagian selatan Sumatera, Selasa, 13 Oktober 2026. <b>(Antara)</b> Kondisi kabut asap di Kota Pekanbaru dampak kebakaran hutan dan lahan di bagian selatan Sumatera, Selasa, 13 Oktober 2026. (Antara)

Pemerintah Malaysia menyatakan memahami kesulitan yang dihadapi Indonesia dalam menangani karhutla. Meski demikian, Kuala Lumpur berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah tambahan untuk menekan penyebaran asap.

Malaysia berharap Indonesia "dapat melakukan sesuatu yang lebih efektif untuk segera memadamkan api," kata Mohamad.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim sebelumnya mengungkapkan bahwa Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah "sepakat untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan" guna menangani persoalan kabut asap dalam pembicaraan kedua pemimpin. Namun, Anwar tidak merinci tindakan yang disepakati.

Dampak kabut asap turut mendorong Singapura mengambil langkah perlindungan kesehatan bagi masyarakatnya.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) di Singapura mencapai 191. Angka tersebut masuk kategori tidak sehat karena berada di atas ambang 150, sedangkan nilai di atas 300 dikategorikan berbahaya.

Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan pemberian subsidi pengobatan untuk sejumlah penyakit yang berkaitan dengan paparan kabut asap. Kondisi yang tercakup meliputi asma, bronkitis, infeksi saluran pernapasan atas, dan penyakit paru obstruktif kronis.

Warga Singapura yang memenuhi persyaratan dapat memperoleh layanan pengobatan dengan biaya maksimal 10 dolar Singapura atau sekitar Rp140 ribu. Sementara itu, warga berusia 67 tahun ke atas dikenakan biaya maksimal 5 dolar Singapura atau sekitar Rp70 ribu.

Kongres Serikat Buruh Nasional Singapura juga membagikan masker N95 secara gratis kepada pekerja transportasi umum dan kurir pengiriman yang beraktivitas di tengah kondisi udara yang memburuk.

Di Malaysia, kegiatan belajar mengajar di sekolah kembali berlangsung pada Senin setelah kualitas udara di sebagian besar wilayah mulai membaik. Namun, penutupan sekolah masih diberlakukan di Johor bagian selatan serta sejumlah kawasan di Kuala Lumpur dan Selangor bagian tengah.

Kabut asap juga mengganggu operasional penerbangan. Maskapai berbiaya rendah Malaysia, Firefly, menghentikan sementara layanan penerbangan antara Bandara Sultan Abdul Aziz Shah di dekat Kuala Lumpur dan Bandara Seletar di Singapura sejak Sabtu.

Pada Senin, 12 Oktober 2026, Firefly memperpanjang pembatalan penerbangan hingga Selasa sebagai langkah pencegahan demi keselamatan operasional.

El Nino Picu Kekhawatiran Ketahanan Pangan

Ilustrasi El Nino. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) <b>(Antara)</b> Ilustrasi El Nino. /ANTARA/Anadolu/py. (Anadolu) (Antara)

Krisis kabut asap di Asia Tenggara menjadi salah satu dampak fenomena El Nino yang kuat pada tahun ini. Dalam laporan AFP, fenomena tersebut juga dikaitkan dengan kebakaran hutan di Amazon, gangguan pasokan listrik di Myanmar, serta meningkatnya kekhawatiran terhadap ketahanan pangan dunia.

Di Indonesia, karhutla dilaporkan menyebabkan puluhan ribu orang mengalami gangguan kesehatan. Kebakaran juga mengancam keberlangsungan hidup satwa liar yang kehilangan habitatnya.

Otoritas bersama kelompok konservasi Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) menyelamatkan 46 orangutan dari kebakaran selama periode Agustus hingga 9 Oktober 2026.

Salah satu orangutan yang berhasil diselamatkan bernama Novita. Orangutan betina tersebut ditemukan bertahan di atas pohon dengan luka bakar pada bagian tangan dan kakinya.

"Ia harus meninggalkan habitatnya, dan kami harus menyelamatkannya, terutama karena kobaran api," kata Andi Muhammad Khadafi, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Tengah, kepada AFP.

Dampak El Nino juga dirasakan negara-negara lain di kawasan. Pemerintah Myanmar memperingatkan potensi pemadaman listrik akibat meningkatnya konsumsi energi selama gelombang panas. Sementara itu, Filipina mengantisipasi kenaikan permintaan listrik sekaligus kemungkinan berkurangnya produksi tenaga air akibat cuaca yang lebih panas dan kering.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, menyampaikan kekhawatirannya mengenai dampak fenomena tersebut terhadap pasokan pangan dunia. Ia mengatakan IMF tengah mempersiapkan dukungan bagi negara-negara yang mengalami kesulitan akibat El Nino.

Georgieva mengatakan kepada AFP bahwa ia "sangat khawatir" terhadap dampak El Nino, terutama terhadap ketahanan pangan.

Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) memperkirakan fenomena El Nino masih akan menguat hingga mencapai puncaknya pada Desember 2026.

"Fenomena ini kemungkinan membawa suhu di atas rata-rata ke sebagian besar wilayah dunia dan mengubah pola curah hujan, sehingga meningkatkan risiko kekeringan dan banjir di berbagai kawasan," kata WMO dalam laporan bulanannya.

Sementara itu, Layanan Perubahan Iklim Copernicus Uni Eropa melaporkan suhu permukaan laut di salah satu wilayah pemantauan utama Samudra Pasifik mencapai rekor 29,70 derajat Celsius pada September 2026.

Badan meteorologi Jepang juga menyebut intensitas El Nino kali ini sebagai yang terkuat dalam catatan mereka.

Berbagai perkembangan tersebut menunjukkan bahwa dampak El Nino tidak hanya berkaitan dengan peningkatan suhu, tetapi juga berpotensi memperburuk kebakaran hutan, mengganggu aktivitas ekonomi, menekan sistem kesehatan, dan mengancam ketahanan pangan. Pembahasan kabut asap dalam forum ASEAN diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarnegara untuk menghadapi persoalan lingkungan yang melampaui batas wilayah nasional.

TERKINI

ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Batas Jelang KTT Manila

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:14 WIB

VIDEO: Detik-detik Mengerikan Ledakan Pasar Cimanggis

Metro Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

AS Mulai Eksplorasi Besar-besaran Minyak dan Gas di Greenland

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

2 Pemimpin Partai Kecoak India Ditahan usai Terobos Barikade Demo

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:05 WIB

Iran Siaga Hadapi Berbagai Skenario Perang

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:03 WIB

Serangan Rusia Ganggu Listrik 600.000 Warga Ukraina

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 06:15 WIB
Load More
x|close