Iran Siaga Hadapi Berbagai Skenario Perang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 07:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS Arsip - Bendera Iran terlihat di markas besar PBB di New York, AS (Antara)

Ntvnews.id, Teheran - Pemerintah Iran menegaskan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan dalam konflik yang masih berlangsung dengan Amerika Serikat (AS). Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump memberikan sinyal mengenai kemungkinan serangan militer baru terhadap Iran sebelum pemilu sela Amerika pada 3 November 2026.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan negaranya telah mempersiapkan diri untuk menghadapi berbagai situasi, termasuk gangguan terhadap layanan transportasi publik.

"Kita siap menghadapi segala skenario, termasuk penghentian layanan penerbangan atau kereta api," kata Mohajerani dalam konferensi pers, seperti dilaporkan kantor berita ISNA dan dikutip dari Al Arabiya, Kamis, 15 Oktober 2026.

Meski demikian, Mohajerani menolak membeberkan secara terperinci langkah-langkah darurat yang telah disiapkan pemerintah. Ia beralasan, situasi perang membuat sejumlah informasi tidak dapat disampaikan kepada publik.

"Saya tidak dapat mengungkapkan langkah-langkah yang diambil pemerintah karena kita sedang dalam keadaan perang," tegasnya.

Mohajerani menambahkan, pemerintah tetap mengantisipasi kemungkinan terburuk meskipun sebagian informasi yang beredar masih sebatas rumor dan spekulasi.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Teheran meningkatkan peringatan terhadap potensi serangan lanjutan dari AS dan Israel dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Waswas, Taiwan Pantau Latihan Tembak China di Lima Wilayah Perairan

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik, sebelumnya memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari kedua negara tersebut akan dibalas dengan "respons tegas". Ia juga menegaskan bahwa tindakan militer lanjutan akan menimbulkan kerugian yang lebih besar bagi pihak lawan Iran, sebagaimana dilaporkan Fars News Agency.

Talaei-Nik menyebut Angkatan Bersenjata Iran kini telah dilengkapi dengan "teknologi rudal dan drone yang lebih canggih", serta kemampuan pertahanan udara, laut, dan darat yang diperkuat.

Selain meningkatkan kemampuan militernya, Iran juga diklaim telah memperbesar kapasitas produksi persenjataan, perlengkapan pertahanan, dan amunisi hingga 2,5 kali lipat dibandingkan dengan tingkat produksi sebelum perang yang dimulai pada 28 Februari 2026.

"Produksi beberapa jenis senjata telah meningkat lebih dari tiga kali lipat," sebut Talaei-Nik.

Ia juga menyampaikan bahwa lebih dari 1.000 sistem, senjata, jenis peralatan, dan amunisi telah masuk dalam cakupan kapasitas produksi Kementerian Pertahanan Iran beserta jaringan mitranya.

Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman <b>(Antara)</b> Aktivitas kapal di perairan Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di wilayah utara Oman (Antara)

Di sisi lain, Trump dalam beberapa hari terakhir kembali mengisyaratkan kemungkinan dilancarkannya operasi militer terhadap Iran. Sejumlah laporan media AS menyebut Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membahas opsi serangan berskala besar terhadap Teheran sebelum pemilu sela AS pada November mendatang.

Dalam kampanye untuk mendukung Partai Republik di Alaska, Trump menyampaikan pernyataan yang mengindikasikan kemungkinan tindakan militer baru terhadap Iran.

"Tunggu saja sampai kalian melihat apa yang akan kita lakukan terhadap Iran. Kita akan melakukan sesuatu yang besar," kata Trump, seperti dilansir Anadolu Agency.

"Kita sudah muak. Kalian tahu, kita sudah muak," ucapnya.

Sementara itu, upaya diplomatik antara Washington dan Teheran belum membuahkan kesepakatan. Kedua negara masih berselisih mengenai sejumlah persoalan strategis, terutama pengendalian Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi distribusi minyak dan gas dunia.

Ketegangan tersebut menambah kekhawatiran akan kemungkinan eskalasi konflik, terutama setelah munculnya pernyataan ancaman dari kedua pihak dan sinyal Trump mengenai potensi serangan baru terhadap Iran.

TERKINI

ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Batas Jelang KTT Manila

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:14 WIB

VIDEO: Detik-detik Mengerikan Ledakan Pasar Cimanggis

Metro Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

AS Mulai Eksplorasi Besar-besaran Minyak dan Gas di Greenland

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

2 Pemimpin Partai Kecoak India Ditahan usai Terobos Barikade Demo

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:05 WIB

Iran Siaga Hadapi Berbagai Skenario Perang

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:03 WIB

Serangan Rusia Ganggu Listrik 600.000 Warga Ukraina

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 06:15 WIB
Load More
x|close