DPR Minta Santri Kuasai Teknologi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 16:50
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Santri di Karanganyar Sambut Hangat Program MBG, Harapan dan Semangat Baru di Pesantren Santri di Karanganyar Sambut Hangat Program MBG, Harapan dan Semangat Baru di Pesantren (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanulhaq, menyatakan bahwa Hari Santri Nasional harus menjadi momentum bagi santri untuk mengambil peran aktif dalam perubahan di tengah pesatnya perkembangan zaman. Ia menilai, santri tidak cukup hanya menjadi penonton, tetapi harus mampu berkontribusi di berbagai bidang dengan tetap berpegang pada nilai-nilai luhur pesantren.

Ini disampaikan Maman usai menerima penghargaan Imam Jazuli Award dalam pertemuan 1.000 Tokoh Pesantren se-Jawa Barat yang diselenggarakan Imam Jazuli Foundation di Ballroom Hotel Aston Cirebon, Kamis, 22 Oktober 2026.

Ia menerima penghargaan tersebut bersama Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal dalam kategori Tokoh Inspiratif dan Berpengaruh di Jawa Barat. Ia menilai penghargaan itu bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan amanah untuk terus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Baca Juga; Hari Santri 2026, Istana: Komitmen Perkuat Kelembagaan Pesantren

“Saya menerima penghargaan ini bukan sebagai pencapaian pribadi, tetapi sebagai amanah untuk terus mengabdi. Santri hari ini harus mampu hadir di tengah masyarakat, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi tetap berpijak pada nilai-nilai pesantren: keikhlasan, kedisiplinan, kemanusiaan, dan pengabdian,” kata Maman.

Ia menyebut, modal sosial dan moral yang diwariskan tradisi pesantren menjadi kekuatan penting bagi Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Karena itu, penguasaan ilmu pengetahuan harus berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak agar santri mampu berkontribusi dalam pembangunan nasional yang lebih adil dan berkeadaban.

“Santri tidak boleh hanya menjadi penonton perubahan. Santri harus menjadi bagian dari perubahan itu sendiri, di bidang pendidikan, ekonomi, politik kebangsaan, teknologi, lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat,” jelas dia.

Sementara, Pendiri Imam Jazuli Foundation KH Imam Jazuli menjelaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh yang konsisten berkontribusi dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

Dirinya berharap peringatan Hari Santri tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk mengambil peran lebih luas dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Kami ingin Hari Santri menjadi ruang untuk memberikan penghormatan kepada para tokoh yang selama ini bekerja, mengabdi, dan memberikan inspirasi bagi masyarakat. Santri harus percaya diri mengambil peran di semua ruang kehidupan karena pesantren memiliki tradisi ilmu, akhlak, kemandirian, dan pengabdian yang sangat relevan,” kata KH Imam Jazuli.

Direktur Imam Jazuli Foundation Hj Imtiyaz Zay Balqis menyatakan bahwa pihaknya siap membangun sinergi berkelanjutan dengan 17 penerima penghargaan untuk mengembangkan gagasan strategis. Sejumlah isu yang menjadi perhatian antara lain transformasi sosial, ekologi, dan kesetaraan gender.

Di samping Maman Imanulhaq dan Cucun Ahmad Syamsurijal, penerima Imam Jazuli Award tahun ini berasal dari kalangan ulama, akademisi, dan tokoh nasional asal Jawa Barat. Mereka di antaranya Dedi Wahidi, Juhadi Muhammad, Abun Bunyamin, Hasan Nuri Hidayatullah, Rokhmin Dahuri, Muhammad Nuh Addawami, Addin Jauharudin, Muhammad Cholil Nafis, Asrorun Ni’am, Husein Muhammad, Rina Saadah, Masriyah Amva, Jujun Junaedi, Imrod Rosyadi, dan Musthofa Aqil.

x|close