Ntvnews.id, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono menyatakan akan melakukan konsolidasi bersama jajaran partai menyusul kasus dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto. Menurut dia, langkah tersebut diperlukan karena perkara yang tengah diproses hukum itu turut menyangkut Presiden yang berasal dari Partai Gerindra.
Sugiono menyampaikan hal tersebut di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 4 November 2026. Ia mengatakan akan berkomunikasi dengan rekan-rekan di internal partai untuk menyikapi perkembangan kasus tersebut.
“Ya, tentu saja, tentu saja. Saya juga akan melakukan konsolidesi sama rekan-rekan (partai), bahwa ini adalah kepala negara, Presiden yang berasal dari partai kami,” kata Sugiono.
Mengenai konsolidasi yang akan melibatkan partai politik lain, Sugiono menyebut komunikasi lintas partai dapat dilakukan pada waktunya.
“Saya kira pada waktunya itu akan dilakukan,” ujarnya.
Baca Juga: Kai dan Sehun EXO Dipastikan Debut sebagai Unit Baru pada Desember 2026
Sugiono menilai dugaan penyadapan terhadap Presiden oleh pihak dari institusi yang berada di bawah kepemimpinan kepala negara merupakan peristiwa yang memunculkan pertanyaan besar. Ia menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk insubordinasi dan meminta agar motif serta tujuannya diungkap melalui proses hukum.
Kasus ini menyeret Listyo Sigit Prabowo, yang saat itu menjabat Kepala Staf Kepresidenan (KSP), setelah Bareskrim Polri menetapkannya sebagai salah satu tersangka dalam perkara dugaan penyadapan ilegal. Dua perwira tinggi Polri lainnya juga ditetapkan sebagai tersangka.
Penyidik menduga praktik penyadapan berlangsung pada 2025 hingga 2026. Sejumlah nomor telepon diduga dimasukkan ke sistem LIMS tanpa proses verifikasi dan tanpa berkaitan dengan penyelidikan maupun penyidikan yang sah. Bareskrim juga mengungkap dugaan penghapusan file hasil penyadapan pada Oktober 2026.
Di tengah proses hukum tersebut, Sugiono mengapresiasi langkah Kapolri dan jajaran kepolisian dalam mengusut perkara. Ia menegaskan Gerindra menghormati proses penyidikan yang sedang berjalan.
Ia juga belum menyampaikan secara terperinci bentuk konsolidasi yang akan dilakukan partai maupun kemungkinan pertemuan dengan pimpinan partai politik lain. Sugiono meminta semua pihak menunggu perkembangan penanganan perkara.
“Dan tentu saja kita menghormati proses hukum yang sedang berjalan untuk bisa mengetahui lebih dalam dan lebih lanjut,” tutur Sugiono.
Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Sugiono (NTVnews)