Ntvnews.id, Jakarta - Sidang praperadilan penetapan tersangka Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kembali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) hari ini. Sidang dengan agenda pemeriksaan pemeriksaan saksi yang dipimpin oleh hakim tunggal Djuyamto, menghadirkan saksi Agustiani Frederina Tio dan Kusnadi.
Dalam kesaksiannya, Tio banyak mengulas tentang pemeriksaan dirinya pada 6 dan 8 Januari 2025. Tio mengaku merasa terintimidasi dalam pemeriksaan akibat kehadiran seseorang, yang belakangan dia ketahui bernama Rossa. Rossa yang dimaksud ialah penyidik KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti.
“Sebelumnya pemeriksaan berjalan lancar, sampai tiba-tiba ada seorang pria yang datang langsung menanyakan soal Hyatt. Saya terus terang tidak paham maksud pertanyan tersebut,” ujarnya, Jumat, 7 Februari 2025.
Tio juga mengeluhkan perlakuan KPK yang mencekal dirinya, padahal dia sudah disumpah karena akan berobat untuk perawatan sakit kanker yang dideritanya. Akibat dari cekal ini, dia terancam tidak bisa melanjutkan pengobatannya di Guangzhou, China pada Senin, 17 Februari 2025.
Merasa hak asasinya dilanggar, Tio mengaku sudah melaporkan proses cekal ini ke Dewas KPK, Komnas Perempuan dan Komnas HAM.
Senada dengan Tio, Kusnadi, supir pribadi Hasto pun mengeluhkan perlakuan Rossa. Rossa yang merupakan Ketua Satgas Penyidikan Kasus Harun Masiku, menurut Kusnadi pernah mengelabuhi dan mengintimidasi dirinya saat menunggu Hasto yang tengah diperiksa KPK.
Saat itu, sesorang memanggilnya dengan alasan dipanggil oleh Hasto ke dalam gedung KPK. Ternyata, saat di dalam dia berjumpa dengan Hasto, Sekjen PDIP itu menyatakan tak pernah memanggilnya.