Ntvnews.id, Washington DC - Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak menutup kemungkinan untuk mencalonkan diri kembali meskipun Konstitusi AS melalui Amandemen ke-22 melarang seorang presiden menjabat lebih dari dua periode.
Sebagai informasi, satu masa jabatan presiden di AS berlangsung selama empat tahun, dan seorang presiden hanya diperbolehkan menjabat maksimal dua periode.
Dilansir dari NBC News, Rabu, 2 April 2025, Trump mengungkapkan bahwa ada cara untuk melakukannya dan menegaskan bahwa pernyataannya bukanlah sekadar lelucon.
"Banyak orang ingin saya melakukannya. Tetapi, maksud saya, pada dasarnya saya memberi tahu mereka bahwa kita masih punya jalan panjang, Anda tahu, ini masih sangat awal dalam pemerintahan," kata Trump kepada sekutunya dalam panggilan telepon dengan NBC News.
"Saya fokus pada saat ini," tambahnya dalam salah satu pernyataan terpanjangnya mengenai kemungkinan masa jabatan ketiga.
Baca Juga: Ini Negara yang Masuk List Pembatasan Visa AS oleh Donald Trump
Trump sebelumnya menjabat sebagai presiden pada periode 2017-2021 dan kembali terpilih untuk masa jabatan 2025-2029. Saat ditanya mengenai peluangnya untuk kembali mencalonkan diri setelah dua periode, Trump menyatakan bahwa ia menikmati pekerjaannya sebagai presiden.
"Saya suka bekerja. Saya tidak bercanda. Tetapi saya tidak bercanda, masih terlalu dini untuk memikirkannya," ucap Trump.
Trump mengklaim ada cara untuk memungkinkan dirinya menjabat untuk ketiga kalinya, meskipun ia tidak mengungkapkan rincian lebih lanjut.
"Ada metode yang dapat Anda lakukan," ujarnya.
Baca Juga: Donald Trump Bakal Batasi Visa dari Negara Muslim Masuk AS
Ia juga sempat membahas skenario di mana Wakil Presiden JD Vance dapat mencalonkan diri untuk jabatan presiden dan kemudian menyerahkan posisi tersebut kepadanya. Trump menyebut skenario itu sebagai "salah satu metode" yang bisa dilakukan.
"Tetapi ada juga yang lain," tambahnya.
Mengubah Konstitusi AS untuk menghapus batasan dua periode merupakan tantangan besar karena membutuhkan persetujuan dari dua pertiga suara Kongres atau dua pertiga negara bagian untuk mengadakan konvensi konstitusional guna mengusulkan amandemen. Setelah itu, perubahan tersebut harus diratifikasi oleh tiga perempat negara bagian.
Trump juga mengutip hasil jajak pendapat yang menunjukkan bahwa banyak orang mendukung dirinya untuk menjabat kembali. Sebelumnya, Trump pernah menyampaikan pernyataan serupa mengenai kemungkinan mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga, namun banyak anggota Partai Republik menganggap ucapannya sebagai candaan atau sindiran terhadap para pengkritiknya.
Salah satu sekutu Trump, Steve Bannon, dalam wawancara dengan News Nation, menyatakan keyakinannya bahwa Trump akan mencalonkan diri dan menang lagi pada 2028. Bannon juga mengungkapkan bahwa ia tengah mempertimbangkan berbagai alternatif agar Trump dapat kembali menjabat, meskipun aturan saat ini membatasi masa jabatan presiden hingga dua periode.
Di sisi lain, Gedung Putih semakin memperkuat narasi Trump yang menyamakan dirinya dengan seorang bangsawan. Mereka bahkan mengunggah gambar sampul majalah palsu yang menampilkan Trump mengenakan mahkota, setelah keputusan pemerintah menurunkan tarif jalan tol di New York City.
Unggahan Gedung Putih di platform X juga mengutip pernyataan Trump sebelumnya di Truth Social: "HIDUP SANG RAJA!"