Ntvnews.id
Kementerian Luar Negeri Jepang mengungkapkan pada Rabu, 2 April 2025 bahwa bantuan tersebut akan disalurkan melalui organisasi internasional, mengingat diperkirakan adanya "kebutuhan kemanusiaan yang sangat besar" di Myanmar akibat bencana tersebut.
Lebih dari 2.700 orang dilaporkan tewas akibat gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar pada Jumat, 28 Maret 2025.
Baca juga: Momen Tim SAR China Selamatkan Ibu Hamil dan Balita dari Reruntuhan Gempa di Myanmar
Sebagai respons, Tokyo telah mengirimkan tim medis serta bantuan darurat, termasuk perlengkapan sanitasi, air, dan pemurni air, yang disalurkan melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang, dengan dukungan dari pemerintah dan PBB.
Dua warga negara Jepang dilaporkan terluka di Mandalay, kota terbesar kedua di Myanmar yang terletak dekat dengan episentrum gempa. Sementara itu, satu warga negara Jepang lainnya terluka di Bangkok, ibu kota Thailand yang juga terdampak bencana tersebut.
Pemerintah Jepang juga mengonfirmasi bahwa satu warga negara Jepang masih belum ditemukan di Mandalay.
"Pemerintah Jepang akan berdiri bersama rakyat Myanmar dan memberikan bantuan kemanusiaan yang dapat secara langsung menguntungkan mereka," kata kepala sekretaris kabinet Yoshimasa Hayashi.
(Sumber: Antara)