Beragam Narasi Gelombang Demo Indonesia di Media Internasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 30 Agu 2025, 11:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Pos Polisi Lalu Lintas (Pos Lantas) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Polda Metro Jaya, dib4kar oleh massa aksi pada Jumat (29/8). Pos Polisi Lalu Lintas (Pos Lantas) yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Polda Metro Jaya, dib4kar oleh massa aksi pada Jumat (29/8). (info ciledug)

Ntvnews.id, Jakarta - Gelombang demonstrasi besar yang terjadi di Jakarta dan beberapa kota besar Indonesia pada 28–29 Agustus 2025 menarik perhatian luas media internasional. Salah satu sorotan utama adalah kematian Affan Kurniawan (21), pengemudi ojek online yang meninggal setelah tertabrak kendaraan taktis polisi, yang disebut sebagai pemicu utama kemarahan publik.

Pemberitaan luar negeri menampilkan tajuk dengan berbagai sudut pandang, mulai dari desakan keadilan, isu demokrasi, hingga dampak ekonomi dari gejolak sosial tersebut.

Al Jazeera dalam laporannya menulis tajuk “Protests resume in Indonesia’s Jakarta after ride-share driver killed”. Media berbasis Qatar itu menekankan kelanjutan protes setelah insiden tragis yang merenggut nyawa Affan. Selain menyoroti tuntutan keadilan, Al Jazeera juga mengangkat isu ekonomi, termasuk persoalan upah buruh, pajak, serta tuntutan pencabutan tunjangan politisi.

Associated Press (AP) memilih headline “Tensions soar across Indonesia as protests against police erupt in multiple cities”. Kantor berita asal Amerika Serikat ini menekankan meluasnya aksi dari Jakarta ke Surabaya dan Yogyakarta. AP juga menyoroti penggunaan gas air mata dan water cannon oleh aparat, serta penahanan terhadap anggota polisi yang terkait kasus kendaraan lapis baja. Galeri foto yang mereka sajikan menampilkan eskalasi bentrokan yang menyedot perhatian dunia.

Baca Juga: Sultan HB X Datangi Mapolda DIY di Tengah Aksi Massa

Dari Australia, ABC (Australian Broadcasting Corporation) menurunkan berita berjudul “Indonesia’s democracy faces ‘setback’ after police clash with protesters”. Media tersebut menggarisbawahi isu kemunduran demokrasi di Indonesia, adanya korban jiwa, ratusan orang ditangkap, hingga kritik global terhadap tindakan aparat.

Media Inggris, The Independent, menurunkan tajuk “Indonesia protests intensify after 21-year-old motorcycle taxi driver run over by police car”. Media ini menyoroti meningkatnya eskalasi protes serta tekanan politik yang semakin besar terhadap pemerintah.

Sedangkan Financial Times (FT) mengangkat sisi politik-ekonomi dengan headline “Indonesia’s president calls for calm as protests mount”. FT menyoroti imbauan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat tetap tenang, perkembangan investigasi, serta dampak ekonomi berupa melemahnya rupiah dan turunnya indeks saham.

Baca Juga: KPI Pusat Tegaskan Hormati Peliputan Profesional Aksi Unjuk Rasa

Rangkaian pemberitaan tersebut memperlihatkan bahwa isu kematian warga sipil, cara aparat menangani protes, hingga stabilitas politik dan ekonomi Indonesia kini menjadi fokus perhatian internasional. Narasi yang diangkat bervariasi, mulai dari tuntutan transparansi, kekhawatiran terhadap masa depan demokrasi, hingga potensi guncangan di pasar keuangan nasional.

Dengan sorotan dunia yang semakin besar, Indonesia kini dihadapkan pada tuntutan global untuk menunjukkan akuntabilitas dan langkah konkret dalam meredakan situasi di dalam negeri.

x|close