Ntvnews.id, Jakarta - Kediaman Menteri Keuangan Sri Mulyani yang berlokasi di Jalan Mandar, Bintaro Sektor 3A, Tangerang Selatan, Banten, menjadi sasaran penjarahan oleh sekelompok orang tak dikenal pada Minggu dini hari, 30 Agustus 2025.
Berdasarkan informasi dari beberapa warga yang ditemui, penjarahan tersebut terjadi dalam dua gelombang serangan.
“Gelombang pertama sekitar jam satu (dini hari), gelombang kedua terjadi sekitar jam tiga (dini hari),” jelas Joko Sutrisno, staf pengamanan di rumah tersebut, Minggu sekitar pukul 05.00 WIB.
Kesaksian Joko ini juga sejalan dengan penuturan warga lain, termasuk seseorang yang enggan disebut namanya dan hanya ingin dipanggil Renzi, serta tiga petugas satuan pengamanan yang bertugas di gerbang dan seberang jalan kompleks, berjarak sekitar 150–160 meter dari lokasi rumah yang dijarah.
“Tapi Bu Sri (Mulyani) tidak ada di rumah kok,” ujar Renzi, yang disetujui Joko.
Baca Juga: Bella Shofie Mengundurkan Diri dari Anggota DPRD Buru, Ini Penjelasannya
Joko menambahkan bahwa saat kejadian, hanya dirinya dan satu keluarga kerabat yang sedang berada di rumah. Sebelum massa merangsek masuk, keluarga tersebut telah diamankan ke rumah tetangga.
Pasca kejadian, terlihat masih ada tumpukan barang-barang yang hendak dibawa oleh pelaku namun belum sempat diangkut. Rumah yang terletak di ujung jalan tersebut kini mendapat penjagaan ketat dari personel TNI, yang jumlahnya ditambah.
Berdasarkan keterangan dari warga dan Joko, tidak ditemukan adanya korban jiwa maupun kerusakan pada kendaraan roda empat, karena saat itu mobil memang tidak berada di lokasi.
Salah satu tetangga yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa gelombang kedua penjarahan adalah yang paling mengerikan karena melibatkan ratusan hingga mungkin ribuan orang.
“Saya hanya bisa menyaksikan dari balik tirai rumah saya saja, tak berani keluar, karena banyak sekali orang-orang yang datang,” ungkap tetangga tersebut.
Baik Joko, Renzi, maupun saksi lainnya menyampaikan bahwa mayoritas pelaku adalah orang-orang muda.
“(Usia) paling tua mungkin 25 tahun, kebanyakan masih remaja,” tutur Ali, yang pernyataannya dibenarkan oleh rekannya, Jayadi.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers tentang RAPBN dan Nota Keuangan di Jakarta pada Jumat (25/8/2025). (ANTARA)
Ali dan Jayadi sendiri merupakan petugas keamanan yang menjaga akses utama menuju Jalan Mandar dari Jalan Bintaro Utama 3, yang menjadi satu-satunya pintu masuk ke kompleks pada malam hari.
Warga menyebut bahwa kerumunan massa mulai terlihat sejak sekitar pukul 12.30 dini hari di depan kompleks.
“Jumlahnya ratusan, mungkin mendekati seribuan orang,” ujar Ali.
Salah satu saksi lainnya mengungkap bahwa ada semacam komando yang diberikan kepada massa sebelum penyerbuan dimulai.
“Aba-aba itu adalah kembang api, karena segera setelah bunyi kembang api, massa merangsek masuk komplek,” ungkap saksi tersebut, seraya menambahkan bahwa pemimpin massa juga memberi instruksi agar tidak ada yang membawa motor masuk ke dalam area.
“Kami tak kuasa mencegahnya, terlalu banyak,” kata Jayadi menambahkan.
Hanya Mampu Menenangkan
Renzi, Joko, dan seorang prajurit TNI yang dikerahkan untuk membantu pengamanan mengakui bahwa jumlah massa sangat besar, sehingga satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah mencoba menenangkan massa agar tidak melakukan tindakan lebih lanjut, seperti membakar rumah.
Renzi menyampaikan bahwa warga sekitar sebenarnya sudah mulai siaga ketika suasana mendadak gaduh di tengah malam. Ia mengatakan sebagian orang yang bukan warga sekitar tampak menyanyi-nyanyi di tengah malam buta.
“Jumlah mereka banyak sekali, dan ada yang membawa senjata tajam,” ujarnya.
Kesaksian tersebut juga diperkuat oleh video yang diambil oleh Joko Sutrisno. Salah satu saksi bahkan menyebutkan bahwa di antara massa, ada yang menerbangkan drone saat kejadian berlangsung.
Warga menjarah barang berharga dari rumah anggota DPR RI Eko Hendro Purnomo atau Eko Patrio di Jalan Karang Asem 1, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Selatan, Sabtu (30/8/2025) malam. (ANTARA)
Baca Juga: Polisi Tangkap 9 Penjarah Rumah Uya Kuya
Informasi tentang penjarahan rumah Menteri Keuangan itu pertama kali tersebar melalui media sosial milik warga, sekitar pukul 01.00 dini hari.
Dalam sejumlah video, termasuk yang direkam oleh Joko, terlihat warga mengambil apa saja dari dalam rumah — mulai dari televisi, isi lemari, dan berbagai barang lainnya.
Saat ini, situasi di Jalan Mandar dan rumah yang diduga milik Sri Mulyani telah kembali normal. Penjagaan ketat tetap dilakukan oleh puluhan anggota TNI. (Sumber: Antara)