Antisipasi Demo, Pemkot Kendari Liburkan Seluruh SD, SMP dan Madrasah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 14:30
thumbnail-author
Irene Anggita
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Surat edaran libur sekolah jenjang SD, SMP, dan Madrasah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Surat edaran libur sekolah jenjang SD, SMP, dan Madrasah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Untuk mengantisipasi potensi dampak dari aksi demonstrasi di wilayahnya, Pemerintah Kota Kendari melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memutuskan meliburkan semua kegiatan belajar mengajar di jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta madrasah baik negeri maupun swasta pada hari Senin, 1 September 2025. 

Kebijakan ini dikonfirmasi langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, pada Minggu, 31 Agustus 2025. Ia membenarkan bahwa Pemkot telah mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan kepada seluruh sekolah agar siswa diliburkan. 

"Iya, diliburkan siswanya," kata Siska Karina. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kendari, Saemina, menuturkan bahwa siswa diminta untuk tetap melaksanakan kegiatan belajar dari rumah selama masa libur tersebut. 

Pemerintah kota juga mengingatkan para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak mereka selama aksi unjuk rasa berlangsung di kota tersebut. 

"Iya betul sebagai bentuk antisipasi dengan adanya berita demo besok jangan sampai membahayakan anak-anak," ucap Saemina. 

Tak hanya peserta didik, kegiatan guru dan staf sekolah juga dihentikan sementara di semua satuan pendidikan SD, SMP, dan madrasah. Saemina menambahkan, keputusan ini juga bertujuan untuk mencegah keterlibatan pelajar, terutama di tingkat SMP, dalam kegiatan demonstrasi yang mungkin berlangsung. 

Oleh karena itu, ia mengimbau orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka dengan lebih ketat selama proses belajar dari rumah. 

"Kita kasi belajar di Rumah supaya orang tuanya bisa menjaga anak-anaknya, Termasuk untuk mengantisipasi jangan sampai anak-anak SMP ikut-ikutan pergi Demo," tambah Saemina. 

Kebijakan meliburkan sekolah ini diambil menyusul informasi yang menyebutkan akan adanya aksi demonstrasi oleh sejumlah elemen masyarakat di Kendari pada Senin, 1 September 2025. Aksi ini merupakan lanjutan dari gelombang demonstrasi di Jakarta, yang sebelumnya menyebabkan seorang pengemudi ojek online meninggal dunia setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob Polri. 

(Sumber: Antara)

 

x|close