Gus Ipul: Presiden Dengar Masukan Semua Pihak

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 15:06
thumbnail-author
Muslimin Trisyuliono
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul

Ntvnews.id, Jakarta - 16 organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam, melalui para ketua umum dan sekretaris jenderalnya bertemu dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Sabtu 30 Agustus 2025 kemarin.

Sekjen PBNU yang juga Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul yang turut hadir dalam pertemuan itu mengatakan, silaturahmi itu menjadi momentum pimpinan ormas Islam secara langsung berdialog dengan kepala negara.

"Pimpinan ormas menyampaikan pandangan-pandangannya kepada bapak presiden dan bapak presiden juga menyampaikan hal-hal yang menyangkut situasi dan kondisi bangsa kita," ucap Gus Ipul di kompleks Istana Negara Jakarta, Minggu 31 Agustus 2025.

Lebih lanjut, ia menjelaskan pertemuan tersebut agar pimpinan ormas islam mendapat informasi langsung dari Presiden Prabowo agar tidak keliru memahami situasi dan kondisi saat ini.

Baca juga: PB NWDI Serukan Kedamaian dan Doa untuk Bangsa

Gus Ipul pun menegaskan, para pimpinan oramas Islam yang hadir dalam diskusi pada dasarnya ingin situsi segera kondusif.

"Pada dasarnya kita ingin situasi segera kondusif, dicatat semua aspirasinya masyarakat dan presiden tentu mengikuti dan mendengarkan masukan dari semua pihak," tandasnya.

Seperti diketahui, Pertemuan tersebut berlangsung di kediaman pribadi Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 30 Agustus 2025, dan dihadiri oleh dua organisasi besar, yakni Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah. 

Dialog dan diskusi membahas kondisi serta tantangan yang muncul dalam beberapa hari terakhir, berlangsung selama kurang lebih tiga jam.

Baca juga: Ibas Wakili AHY Penuhi Panggilan Mendadak Presiden Prabowo di Istana

Dalam forum itu hadir pula sejumlah pejabat negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) M. Herindra, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

x|close