Prabowo: Ada Tindakan-tindakan di Luar Hukum Mengarah pada Makar dan Terorisme

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Agu 2025, 15:53
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis & Editor
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pesiden Prabowo Subianto  memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025. Pesiden Prabowo Subianto memberikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memperingatkan adanya indikasi gerakan-gerakan di luar hukum yang bisa mengancam stabilitas negara. Menurutnya, sejumlah aksi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir tidak lagi sekadar penyampaian aspirasi, tetapi mulai mengarah pada tindakan makar hingga terorisme.

“Sekali lagi, aspirasi murni harus dihormati. Hak untuk berkumpul secara damai harus dilindungi. Namun, tidak dapat dipungkiri adanya gejala tindakan di luar hukum, bahkan yang mengarah kepada makar dan terorisme,” kata Prabowo dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu, 31 Agustus 2025.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap menjamin kebebasan berpendapat rakyat sebagaimana diatur dalam konstitusi. Namun, ia mengingatkan bahwa aksi protes tidak boleh bergeser menjadi anarkis yang merugikan masyarakat luas.

“Penyampaian aspirasi bisa dilakukan secara damai. Namun apabila dalam pelaksanaannya terdapat tindakan anarkis, perusakan atau pembakaran fasilitas umum, hingga menimbulkan korban jiwa, itu merupakan pelanggaran hukum. Negara wajib hadir untuk melindungi rakyatnya,” ujarnya.

Prabowo juga memberikan instruksi tegas kepada aparat keamanan.

“Kepada pihak Kepolisian dan TNI, saya perintahkan untuk mengambil tindakan setegas-tegasnya terhadap segala bentuk perusakan fasilitas umum, penjarahan rumah-rumah, maupun gangguan terhadap sentra-sentra ekonomi sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prabowo meminta masyarakat tetap menyalurkan aspirasi dengan cara yang damai. Ia memastikan suara rakyat akan tetap didengar.

"Silakan sampaikan aspirasi dengan baik dan damai. Kami pastikan akan didengar, dicatat, dan ditindaklanjuti,” katanya.

Presiden menutup pernyataannya dengan mengingatkan agar rakyat tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.

“Mari kita jaga persatuan nasional. Indonesia berada di ambang kebangkitan. Jangan sampai kita diadu domba,” tandasnya.

x|close