Pramono Temui Airlangga, Usul Kota Tua-RS di Sumber Waras Jadi Proyek Strategis Nasional

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Nov 2025, 15:15
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Pramono Anung Pramono Anung (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mendorong percepatan pembangunan dan pengembangan infrastruktur kota. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengusulkan revitalisasi kawasan Kota Tua serta pembangunan Rumah Sakit (RS) bertaraf internasional di Sumber Waras, Jakarta Barat, untuk ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN).

Usulan tersebut disampaikan Pramono usai bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Senin, 10 November 2025.

“Hari ini, kami bertemu dengan Menko Perekonomian untuk membahas dua hal, yaitu pengembangan kawasan Kota Tua dan pembangunan rumah sakit bertaraf internasional di lahan Sumber Waras. Keduanya kami usulkan menjadi PSN agar proses pembangunan dapat berjalan lebih cepat dan efisien,” katanya, Senin, 10 November 2025.

Dalam rencana revitalisasi Kota Tua Jakarta, Pemprov DKI akan berkolaborasi dengan Danantara serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Sebab, kawasan tersebut memiliki sejumlah aset milik pemerintah pusat dan BUMN sehingga diperlukan kolaborasi lintas lembaga.

“Di kawasan Kota Tua, ada sejumlah aset yang dimiliki pemerintah pusat melalui BUMN. Karena itu, sinergi dan kolaborasi antara Danantara dan Pemprov DKI akan sangat signifikan untuk memastikan revitalisasi berjalan dengan optimal,” imbuhnya.

Mulai tahun 2026, Pemprov DKI akan melakukan pembangunan infrastruktur dasar seperti pembenahan pedestrian, perbaikan jalan, serta normalisasi sungai. Sementara itu, pemerintah pusat akan menangani perbaikan aset yang berada di bawah pengelolaan Danantara.

Pramono Anung <b>(Ntvnews.id/ Adiansyah)</b> Pramono Anung (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Selain revitalisasi fisik, kawasan ini juga akan terintegrasi dengan MRT Jakarta Fase 2 yang menghubungkan Bundaran HI hingga Kota Tua. Proyek MRT tersebut ditargetkan rampung pada 2029, menjadikan Kota Tua sebagai kawasan Transit Oriented Development (TOD) modern yang menghubungkan sejarah dan mobilitas perkotaan.

“Sampai dengan tahun 2027, pembangunan MRT sudah dilakukan di bawah tanah, tidak ada lagi di permukaan. Sehingga, diharapkan renovasi ataupun penyempurnaan kawasan Kota Tua dapat dilakukan tahun 2027. Dan tahun 2029, MRT sudah tersambung ke Kota Tua dan menjadi kawasan TOD,” tambahnya.

Selain revitalisasi Kota Tua, Pemprov DKI juga menyiapkan pembangunan rumah sakit tipe A berstandar internasional di atas lahan Sumber Waras seluas 3,6 hektare. Setelah mendapat persetujuan dan clearance dari KPK serta BPK, proyek ini siap dilanjutkan.

"Kami ingin membangun rumah sakit tipe A yang bertaraf internasional. Dengan luas area dan lokasi yang strategis, kami ingin rumah sakit ini menjadi rujukan utama di Indonesa yang berkaitan dengan penyakit jantung, kanker, dan penyakit khusus lainnya,” ungkapnya.

Pramono berharap, penetapan dua proyek besar ini sebagai Proyek Strategis Nasional dapat mempercepat perizinan, mempermudah koordinasi antarinstansi, dan memperkuat dukungan pendanaan dari pemerintah pusat.

“Spirit usulan ini untuk kepentingan bersama. Saya yakin pemerintah pusat akan memberikan dukungan penuh. Kami akan segera melengkapi semua administrasi yang dibutuhkan untuk pembangunan Kota Tua dan rumah sakit di Sumber Waras,” tegasnya.

x|close