Ntvnews.id, Jakarta - Sejak Desember 2025 hingga awal Januari 2026, kabar banjir di berbagai wilayah Indonesia ramai menghiasi pemberitaan media massa dan media sosial. Sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk wilayah Kalimantan.
Di tengah derasnya arus informasi tersebut, beredar sebuah video di media sosial TikTok yang mengklaim memperlihatkan perumahan elit di wilayah Sosok, Kalimantan Barat, terendam banjir hingga setinggi atap rumah. Video itu mulai beredar sejak Minggu, 29 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, narasi yang disematkan berbunyi:
“Viral banjir di Sosok Kalbar sudah setinggi ini Tuhan tolong kami, puluhan rumah elit menjadi seketika menjadi lautan.”
Unggahan itu pun menarik perhatian warganet dan memicu kekhawatiran mengenai kondisi banjir di Kalimantan Barat.
Namun, benarkah video tersebut merekam peristiwa banjir di wilayah Sosok, Kalbar?
Baca Juga: Ratusan Rumah di Kota Serang Terendam Banjir Akibat Debit Sungai Meningkat
Tangkapan layar narasi di media sosial yang menyebutkan bahwa puluhan rumah elit di Kalbar terendam banjir setinggi atap (TikTok) (Antara)
Baca Juga: Hujan Lebat Picu Banjir di Kalsel, Pemukiman Warga Balangan Terendam
Penjelasan:
Hasil penelusuran menunjukkan klaim tersebut tidak sesuai fakta. Video yang beredar bukanlah kejadian banjir di Kalimantan Barat, melainkan rekaman banjir besar yang melanda Kota Orenburg, Rusia, pada April 2024.
Rekaman lain dari peristiwa yang sama memperlihatkan kawasan permukiman di Orenburg terendam air hingga menutupi atap rumah. Pada saat kejadian tersebut, banjir memang tercatat sebagai salah satu yang terparah dan menyebabkan ribuan warga harus dievakuasi.
Berdasarkan catatan, lebih dari 13.500 orang dievakuasi dari berbagai kota dan desa di Rusia akibat banjir tersebut.
Kesimpulan:
Video TikTok yang diklaim menunjukkan banjir setinggi atap rumah di Sosok, Kalimantan Barat, ternyata merupakan dokumentasi banjir di Rusia pada 2024. Narasi yang mengaitkannya dengan Kalbar tidak didukung fakta.
(Sumber: Antara)
Banjir bandang di Tapanuli Selatan. (Rmol Sumut)