Ntvnews.id, Jakarta - Setelah hampir dua dekade terbengkalai, tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, akhirnya akan dibongkar oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Langkah ini menjadi penegasan komitmen Pemprov DKI dalam menata ulang wajah ibu kota serta mengurai masalah infrastruktur yang selama ini terbengkalai.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan bahwa proses pembongkaran monorel tersebut telah dijadwalkan secara matang dan akan dimulai pada hari Rabu. Pemilihan hari ini bukan tanpa alasan.
Menurut Pramono, hari Rabu dipilih agar aktivitas pejabat negara yang melintas di kawasan tersebut tidak menambah beban lalu lintas. Ia menegaskan, keputusan ini bertujuan meminimalkan penggunaan kendaraan pribadi yang berpotensi memicu kemacetan di salah satu ruas jalan tersibuk di Jakarta.
Baca Juga: Pemprov DKI Gelontorkan Rp100 Miliar untuk Bongkar Tiang Monorel Mangkrak
Tiang Monorel (Antara/ Aprillio Akbar)
“Pembongkaran monorel akan kita mulai hari Rabu. Kenapa Rabu? Supaya pejabat yang datang ke kawasan itu tidak menggunakan kendaraan pribadi sehingga tidak menambah kemacetan,” ujar Pramono ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Kamis, 8 Januari 2026.
Seperti diketahui, Pemprov DKI mewajibkan ASN Jakarta untuk naik kendaraan umum tiap hari Rabu. Alasan inilah diambil Pramono dalam pembongkaran monorel.
Tak hanya itu, orang nomor satu di DKI ini juga memastikan bahwa proses pembongkaran tiang monorel akan dilakukan secara maksimal pada malam hari.
Ia telah menginstruksikan Dinas Bina Marga DKI Jakarta untuk mengatur teknis pekerjaan agar tidak mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas masyarakat di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
"Dan tentunya saya juga sudah meminta kepada Dinas Bina Marga untuk pembongkaran harus maksimal dilakukan malam hari supaya tidak mengganggu transportasi yang ada di Rasuna Said," tutup Pramono Anung.
Pramono Anung (Ntvnews.id/Adiansyah)