A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Trump Ancam Serang Nigeria Jika ISIS Terus Bunuh Umat Kristen - Ntvnews.id

Trump Ancam Serang Nigeria Jika ISIS Terus Bunuh Umat Kristen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 13:40
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Anadolu/pri (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Nigeria berpotensi menghadapi serangan berulang apabila kelompok teroris ISIS terus melakukan pembunuhan terhadap umat Kristen di negara tersebut.

"Jika mereka terus membunuh umat Kristen, mungkin akan ada berkali-kali serangan," kata Trump kepada The New York Times.

Trump menyampaikan bahwa dirinya sebenarnya berharap serangan tersebut cukup dilakukan satu kali saja.

Sebelumnya, pada Rabu, 25 Desember 2025, Trump mengumumkan bahwa Washington telah melancarkan "serangan mematikan" terhadap ISIS di wilayah barat laut Nigeria. Komando Afrika Amerika Serikat (AFRICOM) menyebutkan serangan tersebut dilakukan atas permintaan pemerintah Nigeria.

Baca Juga: Isu Greenland Guncang NATO, Trump Berikan Pesan Menohok

Menteri Perang Amerika Serikat Pete Hegseth kemudian memperingatkan bahwa aksi militer tambahan masih dimungkinkan dan akan dilakukan pada waktu yang dianggap tepat.

Nigeria tercatat berada di peringkat ketujuh dalam daftar negara dengan tingkat penganiayaan paling ekstrem terhadap umat Kristen, berdasarkan laporan tahunan World Watch List 2025 yang dipublikasikan organisasi Open Doors.

Pada Oktober 2025, majelis tinggi parlemen Nigeria membentuk sebuah komite khusus untuk membahas kekhawatiran komunitas internasional terkait meningkatnya penganiayaan terhadap umat Kristen di negara tersebut.

Baca Juga: Usai Berseteru, Trump Dijadwalkan Bertemu Presiden Kolombia di Gedung Putih

(Sumber: Antara) 

x|close