Trump Klaim Kuba Tak Akan Bertahan Tanpa Pasokan Minyak Venezuela

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jan 2026, 19:45
thumbnail-author
Satria Angkasa
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. Presiden Amerika Serikat Donald Trump. ANTARA/Xinhua/Hu Yousong/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa Kuba tidak akan mampu bertahan secara ekonomi tanpa pasokan minyak dari Venezuela.

“Secara total, Kuba bergantung pada Venezuela, baik untuk uang maupun untuk minyak. Kuba memberikan perlindungan kepada Venezuela, dan Venezuela memberikan uang kepada Kuba melalui minyak,” ujar Trump dalam wawancara dengan Fox News, dikutip Jumat, 9 Januari 2026.

Dia menegaskan bahwa hubungan bilateral antara AS dan Kuba dianggap telah berakhir menyusul operasi militer AS besar-besaran baru-baru ini terhadap Venezuela. Trump menekankan ketergantungan Kuba pada Venezuela baik dari sisi finansial maupun pasokan energi.

“Tidak, Kuba sepenuhnya bergantung pada Venezuela, baik secara finansial maupun dalam hal minyak,” katanya ketika ditanya apakah Kuba bisa bertahan tanpa pasokan minyak tersebut.

Trump juga menyebut bahwa Amerika Serikat “menerima” minyak Venezuela senilai miliaran dolar, bahkan menyatakan nilai minyak yang diambil mencapai sekitar 4 miliar dolar AS dalam satu hari, dan angka itu diprediksi akan meningkat.

Menurut pernyataannya, AS akan membangun kembali produksi minyak Venezuela dengan melibatkan perusahaan-perusahaan minyak besar. Trump mengatakan bahwa perusahaan-perusahaan ini akan memperoleh keuntungan besar, dan sebagian dari hasilnya akan kembali kepada rakyat Venezuela.

Baca Juga: Trump: AS Berpotensi Raup Triliunan Dolar dari Minyak Venezuela

Sebelumnya, Trump menyatakan otoritas sementara di Venezuela telah sepakat mentransfer antara 30 juta hingga 50 juta barel minyak ke Amerika Serikat, dan hasil penjualannya akan dijual pada harga pasar. Ia mengatakan hasil penjualan tersebut akan menguntungkan baik rakyat Venezuela maupun Amerika Serikat.

Operasi militer AS di Venezuela pada 3 Januari lalu, termasuk penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores, telah memicu kritik internasional dan permintaan pertemuan darurat di Dewan Keamanan PBB oleh pemerintah Venezuela.

Mahkamah Agung Venezuela kemudian menunjuk Wakil Presiden Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara, dengan pelantikan resmi di hadapan Majelis Nasional pada 5 Januari.

Konteks Dependensi Tegas Cuba-Venezuela
Para analis mencatat bahwa sebelum gangguan besar baru-baru ini, Venezuela merupakan pemasok minyak penting bagi Kuba dan sumber bantuan energi yang signifikan bagi negara pulau itu. Kekosongan pasokan akibat gangguan aliran minyak Venezuela secara luas dipandang mengintensifkan krisis energi dan ekonomi di Kuba.

(Sumber: Antara)

x|close