Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza untuk sementara ditunda. Namun, ia belum menjelaskan secara rinci alasan maupun arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto terkait keputusan tersebut.
"Semua di-hold. Di-hold," kata Prasetyo di Kantor Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2026.
Menurut Prasetyo, penundaan ini berkaitan dengan situasi keamanan yang memburuk akibat konflik antara Israel dan Amerika Serikat melawan Iran.
"(Imbas perang Iran vs Israel-AS) Iya," ujarnya.
Baca Juga: Trump Tegaskan Israel Tak Akan Gunakan Senjata Nuklir Terhadap Iran
Meski demikian, Prasetyo tidak memberikan kepastian hingga kapan penundaan tersebut akan berlangsung.
"Ya sampai batas waktu yang belum ditentukan," tandasnya.
Sebelumnya, Indonesia direncanakan ikut berpartisipasi dalam misi pasukan perdamaian yang tergabung dalam International Stabilization Force (ISF) bentukan Board of Peace. Dalam misi tersebut, Indonesia bahkan dipercaya sebagai Wakil Komandan.
Pasukan perdamaian Indonesia termasuk dalam gelombang pertama yang dijadwalkan diberangkatkan ke Gaza. Secara keseluruhan, sekitar 8.000 personel direncanakan akan diterjunkan sebagai bagian dari misi ISF tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi (NTVnews)