Ntvnews.id, Naypyidaw -Junta militer Myanmar pada Minggu memulai pelaksanaan tahap kedua pemilihan umum multipartai dengan membuka tempat pemungutan suara di 100 kotapraja di berbagai wilayah negara tersebut
Dilansir dari Xinhua, Senin, 12 Januari 2026, pemimpin junta Min Aung Hlaing turut meninjau jalannya pemungutan suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang berada di Kotapraja Hlaing dan Insein, Yangon. Peninjauan itu dilakukan bersamaan dengan dimulainya tahap kedua pemilu yang berlangsung di 12 dari total 14 wilayah dan negara bagian Myanmar.
Pemilihan umum ini diselenggarakan dalam tiga tahap. Tahap pertama, yang menjadi pemilu perdana sejak kudeta militer 2021, telah digelar pada 28 Desember lalu di 102 kotapraja.
Sementara itu, tahap terakhir pemilu dijadwalkan berlangsung pada 25 Januari mendatang di 63 kotapraja, seperti dilaporkan kantor berita China, Xinhua.
Baca Juga: Indonesia Tekuk Myanmar 8-1 pada Hoki Lapangan Putra SEA Games 2025
Usai pelaksanaan tahap pertama, Komisi Pemilihan Umum Persatuan (UEC) mengumumkan bahwa lebih dari 100 wakil telah terpilih untuk Pyithu Hluttaw atau Majelis Rendah, lebih dari 30 wakil untuk Amyotha Hluttaw atau Majelis Tinggi, serta lebih dari 100 anggota parlemen wilayah dan negara bagian.
Pemilu tersebut digelar untuk memilih anggota Parlemen Persatuan yang mencakup Pyithu Hluttaw dan Amyotha Hluttaw, sekaligus anggota parlemen negara bagian dan wilayah.
Pemimpin junta Myanmar, Jenderal Senior Min Aung Hlaing saat menghadiri parade militer memperingati 78 tahun angkatan bersenjata Myanmar di Naypyidaw, Myanmar, Jumat, 1 Agustus 2025. (Antara)
Parlemen Persatuan yang terbentuk nantinya akan bertugas memilih seorang presiden, yang kemudian akan membentuk pemerintahan Persatuan yang baru.
Myanmar sendiri telah berada dalam status pemerintahan darurat selama lebih dari empat tahun, sejak militer menggulingkan pemerintahan terpilih yang dipimpin oleh Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) di bawah kepemimpinan Aung San Suu Kyi.
Baca Juga: ASEAN Kecam Pengeboman Udara Rumah Sakit Mrauk-U di Rakhine, Myanmar
Sebelumnya, Partai NLD memenangkan pemilihan umum pada November 2020. Namun, hasil tersebut dibatalkan oleh militer dengan dalih adanya kecurangan, tuduhan yang kemudian dibantah oleh para pengamat independen.
Myanmar memiliki sistem parlemen bikameral dengan total 664 kursi, yang terdiri atas 440 kursi di majelis rendah dan 224 kursi di majelis tinggi. Dari jumlah tersebut, seperempat kursi dialokasikan secara konstitusional bagi militer.
Bendera Myanmar (Pixabay)