A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Pangeran Yordania Respons Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel - Ntvnews.id

Pangeran Yordania Respons Penutupan Masjid Al Aqsa oleh Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Mar 2026, 06:40
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Pemandangan Masjid Al Aqsa dan bentangan kota Yerusalem. ANTARA/Anadolu/aa. Ilustrasi - Pemandangan Masjid Al Aqsa dan bentangan kota Yerusalem. ANTARA/Anadolu/aa. (Antara)

Ntvnews.id, Amman - Pangeran Hassan bin Talal dari Yordania mengecam langkah Israel yang menutup akses ibadah di Masjid Al Aqsa. Ia menilai kebijakan tersebut menjadi pertanda berbahaya bagi stabilitas kawasan.

Menurutnya, tindakan itu kembali mengangkat isu Palestina ke pusat perhatian publik di dunia Arab.

Dalam wawancara dengan radio Hayat FM pada Minggu, 15 Maret 2026, dalam program penggalangan dana untuk Asosiasi Bantuan Medis untuk Palestina, Hassan menyebut kawasan Timur Tengah tengah mengalami dinamika perubahan yang sangat cepat.

Ia menilai situasi tersebut menuntut adanya peninjauan ulang terhadap sikap publik negara-negara di kawasan.

Dilansir dari Middle East Monitor, Rabu, 18 Februari 2026, Hassan juga menyoroti munculnya pandangan dari sejumlah negara Teluk terkait konflik Arab-Israel.

Baca Juga: Israel Tutup Akses ke Masjid Al-Aqsa, Sholat Tarawih dan Itikaf Tak Bisa Berjalan

Negara-negara tersebut dinilai berupaya memisahkan konflik tersebut dari ketegangan yang lebih luas antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran, meski tidak merinci negara mana yang dimaksud.

Hassan menyebut kawasan Levant sebagai "tempat lahir tragedi" dan menilai aspek kemanusiaan dalam isu Palestina semakin terabaikan, meskipun terdapat perkembangan dalam hukum internasional.

Ia juga menyinggung peran Mahkamah Internasional yang dinilai turut memperkuat posisi Palestina dalam kerangka hukum global.

Selain itu, Hassan menekankan pentingnya menjaga dimensi kemanusiaan dalam setiap kebijakan politik dan hukum yang diambil.

Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina. (ANTARA/Xinhua) <b>(Antara)</b> Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Palestina. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Ia juga memperingatkan bahwa perluasan permukiman Israel di Gaza dan Tepi Barat harus menjadi perhatian serius.

Menurutnya, hal tersebut berkaitan erat dengan keberlangsungan identitas Arab dan Islam di kawasan, serta berpotensi mengancam stabilitas dan masa depan Timur Tengah.

Sebelumnya, pada Rabu, 4 Maret 2026, militer Israel menutup Masjid Al Aqsa bagi para jemaah selama tiga hari berturut-turut dengan alasan situasi keamanan yang belum stabil.

Baca Juga: OKI Kutuk Keras Penyerbuan Masjid Al-Aqsa oleh Pemukim Israel

Penutupan itu diberlakukan sebagai langkah darurat setelah pecahnya konflik dengan Iran pada Sabtu, 18 Februari 2026.

Akibatnya, warga Palestina tidak diizinkan memasuki kompleks untuk beribadah, sementara akses menuju lokasi diperketat.

Sejumlah saksi juga melaporkan bahwa jemaah yang mencoba mendekati gerbang masjid diminta untuk kembali, dan sebagian area Kota Tua berubah menjadi zona militer tertutup.

x|close